KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA


Ket foto: Menteri Lingkungan Hidup membuka Lounching Program Nasional Kopetensi Lingkungan.

Jakarta, 23 Desember 2010, Menteri Negara Lingkungan Hidup meluncurkan Program Nasional Kompetensi Lingkungan 2010-2014 untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten, bermutu dan akuntabel bagi implementasi UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pengembangan SDM melalui program pelatihan telah dilaksanakan selama bertahun-tahun, namun tenaga terlatih tersebut sulit tertelusur pemanfaatan kompetensinya. Yang perlu dijawab adalah berapa orang yang kompeten yang berkarya di bidang yang memerlukan kompetensi tersebut. Apa ukuran kompetensi yang disepakati dan digunakan oleh semua pemangku kepentingan? Bagaimana SDM kita mampu memperoleh kompetensi tersebut? Kuncinya adalah kebijakan standardisasi kompetensi dengan model kompetensi berkelanjutan (“continual competence”). Dalam kebijakan kompetensi ini, jejaring sarana pelatihan untuk perolehan kompetensi dibangun secara nasional, dan SDM yang telah diuji dan disertifikasi kompetensinya dipantau kinerjanya dan dibina secara berkesinambungan.

UU Nomor 32 Tahun 2009 secara eksplisit mengamanatkan kewajiban sertifikasi kompetensi terhadap dua keahlian, yaitu-. Penyusun Dokumen AMDAL dan Auditor Lingkungan Hidup. Ancaman pidana 3 tahun penjara dan denda Rp. 3.000.000.000,- dikenakan bagi Penyusun Dokumen AMDAL yang tidak bersertifikat kompetensi. Hal ini menunjukkan bahwa urusan mutu dan akuntabilitas di bidang lingkungan hidup adalah serius dan tidak dapat ditunda lagi.

Pada tahun 2009-2010, standar kompetensi telah mulai diterapkan untuk 4 bidang, yaitu: 1) teknisi refrigerasi (Perlindungan Lapisan Ozon) sebanyak 1.097 orang tersertifikasi; 2) penyusun dokumen AMDAL 356 orang tersertifikasi 3) Manajer Pengendalian Pencemaran Air 369 orang tersertifikasi; dan 4) Laboratorium Lingkungan 21 laboratorium teregistrasi. Untuk Auditor LH baru mulai dengan 3 orang Auditor Utama. Pada periode 2011-2014 ketentuan persyaratan kompetensi untuk kualifikasi keahlian bidang lingkungan lainnya akan dimasukkan dalam Peraturan Pemerintah atau Peraturan Menteri LH sebagai penjabaran pelaksanaan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Hal ini berkaitan pula dengan Pengendalian Pencemaran Udara, Pengelolaan Bahan dan Limbah B3, Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim, Pengawasan, dan Pengujian Parameter Lingkungan.

“Program Nasional Kompetensi Lingkungan ini melengkapi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) untuk pembangunan berbasis kompetensi menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Kesempatan ini terbuka bagi segenap anak bangsa Indonesia. Para pelaksana pengelolaan lingkungan, tampillah ke depan, majulah dengan kompetensi dan kinerja yang dapat dibuktikan.”, demikian disampaikan Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. In Gusti Muhammad Hatta, MS.

Selain peluncuran Program Nasional Kompetensi Lingkungan tersebut, MENLH juga memberikan Piagam Penghargaan kepada 4 (empat) Asesor Penguji Kompetensi Penyusun Dokumen AMDAL yang dinilai berdedikasi dan berkinerja baik: 1. Prof Dr. Shalihuddin Djalal Tandjung, UGM Yogyakarta 2. Prof Noor Endah, MSc. Phd., ITS Surabaya 3. Prof Dr. Ir. Purwanto, MS, UNS Surakarta; dan 4. Ir. Bambang Poerwono, Widyaiswara KLH.

 

Informasi lebih lanjut:
Asdep Standardisasi dan Teknologi
Telp/fax: 021-8584638, 85906167
email:  kompetensi lingkungan@yahoo.co.id