KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP
14 April 2010

Hari ini Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Gusti M. Hatta, melakukan pemantauan dari udara kawasan DAS Citarum. Pemantauan ini bertujuan untuk melihat kondisi DAS Citarum yang kondisinya sudah cukup memprihatinkan.
Keadaan kualitas air Sungai Citarum saat ini dalam kondisi tercemar berat pada seluruh segmennya, mulai dari hulu sampai dengan hilir . Begitu juga fluktuasi debit air sungai antara musim kemarau dan musim hujan cukup tinggi, sehingga terjadi banjir
Permasalahan utama yang terjadi di Sungai Citarum ada dua hal, yakni :

  1. Daerah konservasi/tutupan hutan di DAS Citarum yang semakin berkurang, menurut data dilapangan kondisi di tahun 2009 tinggal 1,4 % dimana minimal harus ada 30%.
  2. Beban pencemaran yang tinggi, baik dari limbah domestik maupun industri. Selama kurun waktu tahun 2000 – 2009 terjadi peningkatan jumlah lahan yang dijadikan pemukiman sebanyak 116%

Kondisi tersebut juga menimbulkan berbagai dampak buruk bagi lingkungan hidup dan masyarakat, diantaranya adalah menurunnya kualitas air yang digunakan sebagai bahan baku air minum.

Sesuai dengan fungsi KLH untuk mengkoordinasikan keterpaduan perencanaan dan pelaksanaan kebijaksanaan nasional dalam pengelolaan lingkungan hidup sesuai dengan amanat UU Nomor 32 Tahun 2009, KLH telah melakukan koordinasi baik di Pusat maupun dengan Pemerintah Daerah untuk mensinergikan program pemulihan kerusakan lingkungan dan pengendalian pencemaran air Sungai Citarum. Koordinasi tersebut diselenggarakan melalui pendekatan pengelolaan kualitas air yang dituangkan dalam satu Masterplan Pemulihan Kualitas Air Sungai Citarum, yang menjabarkan tahapan kegiatan dan penanggung jawab kegiatan, dengan sasaran dan waktu yang jelas.

Dalam jangka panjang, seluruh segmen Sungai Citarum akan menjadi Kelas I. Namun dalam 15 tahun kedepan, Kelas I hanya bisa tercapai sampai dengan segmen sungai di Hulu Citarum, sedangkan di hilir  hanya sampai Kelas II yaitu untuk mendukung peningkatan sektor pariwisata (sarana rekreasi air) dan perikanan.
Untuk mengiplementasikan masterplan tersebut dilakukan strategi melalui : Pendekatan penetapan kelas air, Pemulihan kerusakan di catchment area melalui pemberdayaan masyarakat yang diarahkan pada peningkatan pendapatan masyarakat, Pengurangan beban pencemaran dari industri dan limbah domestik melalui pembangunan sarana IPAL terpadu, septictank komunal dan sewerage system, dan Penegakan hukum dilakukan terhadap pelanggar tata ruang dan pencemar.

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi :
Dra. Masnelliyarti, M.Sc (Deputi MENLH Bidang Peningkatan Konservasi SDA dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan)
Telp/Fax : 021-85904923