KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

(Jakarta, 2 September 2009) — Penghargaan Kalpataru diberikan oleh pemerintah kepada para pejuang lingkungan dengan kategori Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, Penyelamat Lingkungan dan Pembina Lingkungan. Penghargaan ini diberikan oleh Presiden RI pada setiap peringatan hari Lingkungan Hidup se dunia tanggal 5 Juni.

Pada peringatan HLH 2009 pemerintah Cq KMNLH berdasarkan Keputusan MENLH No. 229 Tahun 2009 tentang Penerima Penghargaan Kalpataru 2009 telah memberikan penghargaan Kalpataru pada Perintis Lingkungan sebanyak 5 orang, Pengabdi Lingkungan sebanyak 3 orang, Pembina Lingkungan sebanyak 2 orang dan Penyelamat Lingkungan sebanyak 2 orang dan pada tanggal 31 Agustus 2009 keputusan MENLH itu berubah dengan dikeluarkannya Keputusan MENLH No. 4677 Tahun 2009 tentang Pencabutan Penghargaan Lingkungan Hidup Nasional Kalpataru 2009 pada salah satu penerima Kalpataru 2009 kategori Penyelamat Lingkungan yaitu Ninik Mamak Negeri Enam Tanjung yang beralamat di Desa Baru, Kec. Siak Hulu, Kab. Kampar, Provinsi Riau.

Ninik Mamak Enam Tanjung sebagai penerima penghargaan Kalpataru kategori Penyelamat Lingkungan dalam penilaian Dewan Pertimbangan Kalpataru 2009 telah berhasil melestarikan Hutan Ulayat Rimbo Tujuh seluas 1000 hektar. Upaya yang telah dilakukan oleh mereka sejak tahun 1997 telah mendatangkan dampak yang positif seperti adanya upaya masyarakat untuk pencegahan kegiatan penebangan liar dan prilaku masyarakat setempat menjaga 7 danau yang ada di dalam kawasan hutan ulayat tersebut dari pencemaran. Ninik Mamak Enam Tanjung bersama dengan Lembaga Musyawarah Besar (LMB) dan Kepala Desa Buluh Cina bahu membahu menjaga kelestarian Hutan Ulayat Rimbo Tujuh. Hutan Ulayat Rimbo awalnya adalah hutan adat dan dengan sukarela pada tahun 2006 kawasan itu telah diserahkan oleh masyarakat adat kepada Pemda untuk dikembangkan menjadi Taman Wisata Alam.

Kompas Tanggal 14 Juli 2009 hal. 13 memuat judul berita “Hutan Kalpataru di Riau dibelah