KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 


Yogyakarta, 8 Nopember 2010. Bencana alam Indonesia akibat gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi dan kejadian lainnya merupakan hal-hal yang diluar kekuasaan manusia. Namun demikian, manusia diharapkan dapat mengantisipasi, merespon dan merehabilitasi paska terjadinya bencana alam tersebut. Letusan Gunung Merapi yang saat ini memberikan dampak besar di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta merupakan bencana alam yang mendapatkan perhatian dari Kementerian Lingkungan Hidup.

Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa (PPEJ), yang berpusat di Yogjakarta dan merupakan bagian dari Kementerian Lingkungan Hidup, telah melibatkan bantuan pemerintah kepada pengungsi berupa transportasi kepada pengungsi dan bantuan simpatik kepada beberapa Posko Pengungsi. Di samping itu, pada Tahap Tanggap Darurat Bencana saat ini, PPEJ bersama BLH Prov. DIY, Pemda Kab. Sleman, LSM Lestari, Jejaring Pengelolaan Sampah DIY serta UII mendirikan Posko Pengelolaan Sampah di Posko Pengungsi yang sempat berpindah dari Purwobinangun ke Stadion Maguwohardjo. Kegiatan tersebut dari mulai pemilahan sampah organik dan non organik, pencacahan sampah hingga pembuatan kompos. Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup melalui Laboratorium PUSARPEDAL melakukan Pengambilan Sampel Kualitas Lingkungan seperti kualitas udara, air tanah dan lain-lainnya yang akan digunakan sebagai data untuk langkah-langkah perbaikan lingkungan hidup.




Dalam upaya menanggulangi dampak kerusakan lingkungan akibat bencana Gunung Merapi,
Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Ir. Gusti Mohammad Hatta, MS., telah menugaskan Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Rawan Bencana Lingkungan Hidup, untuk mempersiapkan berbagai upaya pemulihan kualitas lingkungan. Kementerian Lingkungan Hidup akan turut berperan serta pada tahap Rekonstruksi dan tahap Rehabilitasi.

Berkenaan dengan hal tersebut pada tanggal 8 November 2010, Menteri Negara Lingkungan Hidup meninjau kondisi lapangan dan berkoordinasi dengan Sekretariat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain itu, Kementerian Lingkungan Hidup juga secara intensif bekerjasama dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi Jawa Tengah dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi DI. Yogyakarta.

Pada tahap Rekonstruksi dan Rehabilitasi, salah satu upayanya adalah penyiapan masukan dalam tahap tanggap darurat terutama menetapkan langkah-langkah penataan ruang yang mengintegrasikan kawasan rawan bencana. Hal ini penting mengingat bencana gunung berapi telah merusak ekosistem alami yang ada, sehingga Gunung Merapi yang berfungsi seperti menara air serta menjadi salah satu unsur dalam siklus hidrologi perlu dilakukan rehabilitasi rekonstruksi agar dapat menjadi penyanggah kehidupan masyarakat DIY dan Jawa Tengah.

Pada kesempatan ini, Menteri Negara Lingkungan Hidup juga menyampaikan keprihatinannya dengan memberikan bantuan kepada beberapa posko, antara lain: Posko Pengungsian Maguwahardjo Kab. Sleman.

Informasi lebih lanjut:
Ir. Arief Yuwono, Deputi MENLH bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim
Telp : 021 8590 4923; email : humasklh@menlh.go.id
Barlin. SH, MS, Kepala Pusat Pengelolaan Ekoregion Jawa (PPEJ)
Telp: 0274 625800 email: humasklh@menlh.go.id