KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

"Penghargaan Kepada Yang Membangun Sumur Resapan"

"UNTUK sementara, (Grand Indonesia) sudah oke. Ada 17 sumur resapan untuk menampung air genangan, jadi saya nilai itu sudah bagus. Buktinya banjir besar kemarin (Jumat, 1/2) tidak memberikan genangan kepada mereka,"

katanya (Menteri MenLH) kepada wartawan setelah melakukan pemeriksaan saluran pembuangan air dan sumur resapan Gedung Grand Indonesia, Jumat 16 Pebruari silam.

Hari ini, Menteri Rachmat Witoelar bersama sejumlah staf melakukan inspeksi mendadak di area pusat bisnis yang berada di kawasan bundaran Hotel Indonesia untuk mengawali aktivitas pengawasan terhadap sistem pembuangan air di seluruh institusi besar di Jakarta.

Didampingi manajemen Grand Indonesia, Rachmat melihat langsung sumur resapan, dan pada kesempatan itu pihak manajemen Grand Indonesia menyampaikan penjelasan panjang lebar seputar konstruksi, mekanisme kerja dan sistem penyaluran air hujan.

Menurut Rachmat Witoelar, pusat perbelanjaan yang memperhatikan sistem penyaluran air hujan patut diberi penghargaan.

"Mereka menyatakan bisa menampung curah hujan hingga 250 milimeter, dan ternyata memang tidak banjir. Jadi sementara itu sudah OK," kata Rachmat.

Peninjauan langsung ke lapangan, kata Rachmat agar pihaknya pihaknya mengetahui secara pasti proses penyaluran air hujan.

Setelah meninjau sumur resapan, Rachmat juga memeriksa instalasi pipa air dan pengolahan sampah padat di Grand Indonesia. Menurut konsultan drainase Grand Indonesia Nyoman Darmawathi pihaknya memang sudah memperhitungkan keamanan penanganan banjir.

Disebutkannya, Grand Indonesia mempunyai 3,2 kilo meter saluran drainase di kompleks gedung itu yang dapat menampung 1 juta kubik air.

"Semua saluran itu menggunakan pintu air sehingga air tidak langsung dikeluarkan dan terjadi genangan," katanya seraya menambahkan bahwa air disalurkan ke Kali Cideng.  KSP-04

Sumber:

Koran Surya Pagi
Hal: 10
20 – 26 Februari 2008