KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

JAKARTA, KSP – Sabtu, 29 Maret 2008. Sore hari di Taman Menteng Jakarta Pusat. Dua dara manis Novi (Novi Fatmasari) dan Catur (Rosa Oktarina Caturani) tampak ceriah. Mereka adalah siswa SMA Semen Gresik yang sedang mengikuti Program Toyota Eco Youth, yang berakhir dengan pameran aneka karya siswa di Taman Menteng.

Seraya menawarkan jajanan khan Gresik, dengan panjang lebar Novi dan Catur menjelaskan proses pembuatan briket ranting, suatu karya sederhana, namun cukup membantu dalam penyediaan bahan bakar alternatif. "Membuat briket ranting tidak sulit, mac. Berbagai potongan ranting yang selama ini hanya menjadi sampah, dikumpulkan lalu dibakar menjadi arang. Selanjutnya, arang yang sudah sudah dipisahkan dari abu, digiling menjadi bubuk. Bubuk arang itu kemudian dicampur dengan tepung kanji dan diaduk menjadi adonan agar mudah dibentuk. Adonan arang dan kanji ini dimasukkan dalam cetakan selanjutnya dikeringkan agar mudah dibakar," kata Novi.

Ditambahkannya, briket arang jauh lebih baik dibanding dengan arang biasa. Selain praktis, hasil pembakarannya jauh lebih bersih karena sedikit mengeluarkan asap. Dengan bentuknya yang padat dan ringkas, briket ranting cocok untuk dipakai pada pembakaran sate, karena tidak banyak mengeluarkan asap.

Briket ranting hanya salah satu dari sekian banyak karya siswa SMA Semen Gresik dalam perbai