KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Poznan-Polandia, Suar- Masa kepemimpinan Indonesia pada Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Perubahan Iklim atau United Nations Framework on Conference Climate Change (UNFCCC), telah berakhir. Tanggal 3 Desember silam, seiring dengan mulai persidangan COP 14 UNFCCC, Menteri Negara Lingkungan Hidup RI, Prof. Rachmat Witoelar yang dikukuhkan sebagai President COP (Conference of Parties) ke 13 di Nusa Dua Bali setahun silam, telah menyerahkan pali pimpinan siding kepada Menteri Negara Lingkungan Hidup Polandia, Prof. Maciej Nowickici.

Sebelum menyerahkan palu siding, Presiden COP 13, MenLH, Prof. Rachmat Witoelar dalam sambutannya menegaskan harapan pemerintah dan rakyat Indonesia agar COP 14 di Poznan Polandia ini berhasil menjembatani apa yang telah dicanangkan dalam the Bali Roadmap dengan hasil akhir konferensi perubahan iklim pada COP-15 di Kopenhagen Denmark tahun 2009 mendatang.

Turut hadir dan menyampaikan sambutan pada hari pertama adalah Perdana Menteri Polandia Donald Tusk, PM Denmark Anders Fogh Rasmussen, Kepala Sekretariat PBB untuk Perubahan Iklim Yvo de Boer, dan Ketua Panel Antar Pemerintah tentang Perubahan Iklim Rajendra Pachauri.

COP 14 UNFCCC di Poznan Polandia diselelnggarakan dengan jargon “Solidarity for Climate