KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kementerian Lingkungan Hidup menggelar Sosialisasi program Adiwiyata, Eco-Pesantren dan Penguatan Peran Organisasi Masyarakat dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Jumat, 4 Februari di Hotel Rattan Inn Banjarmasin. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup Prof. DR. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS.

Dalam kesempatan pidatonya, Menteri Negara Lingkungan Hidup  mengatakan, dengan adanya sosialisasi ini agar mengenalkan lingkungan hidup sejak dini terhadap generasi penerus bangsa, yang saat ini sudah bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Nasional mengajak keterlibatan sekolah terutama pada tingkat pendidikan dasar dan menengah dengan tujuan agar anak didik berprilaku dan berbudaya ramah lingkungan.

Program Adiwiyata, lanjut Menteri, merupakan implementasi dari kesepakatan kebijakan Pendidikan Lingkungan Hidup oleh 4 Departemen yaitu Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Agama dan Departemen Dalam Negeri.

“Dalam upaya mempercepat pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup khususnya jalur pendidikan formal pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, maka dicanangkan Program Adiwiyata pada tanggal 21 Februari 2006. Dalam perjalanannya sampai 2010 lebih dari 1.000 sekolah di 31 Provinsi yang telah ikut berpartisipasi dalam program Adiwiyata.

Menurut MENLH, program tersebut bertujuan mendorong siswa sekolah mulai SD – SMA untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan. Menurutnya, terdapat tiga tingkatan Adiwiyata yaitu calon Adiwiyata, Adiwiyata dan Adiwiyata Mandiri. Secara nasional terdapat sekitar 300 sekolah yang ditargetkan ikut dalam program calon Adiwiyata tersebut. Dari 300 sekolah tersebut, 100 sekolah dinyatakan sebagai Adiwiyata dan telah mendapatkan penghargaan MENLH termasuk satu sekolah di Kalsel.

Pada 2010 baru satu sekolah di Kalsel yang mendapatkan predikat Adiwiyata yaitu SMPN 4 Martapura. Selanjutnya, sebanyak 25 sekolah mendapatkan predikat Adiwiyata Mandiri yang penghargaannya diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sosialisasi Adiwiyata diikuti sebanyak 300 orang peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah, Para Guru, Dinas Pendidikan Propinsi/Kab/Kota se Propinsi Kalimantan Selatan dan BLH se Kalimantan Selatan. Nara Sumber adalah Kepala BLH Propinsi Kalsel, Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Kalsel, KLH dan Kepala SDN 04 Martapura.

Pada kesempatan sosialisasi ini MENLH dan rombongan juga mengadakan kunjungan ke Sekolah Adiwiyata SMPN 4 Martapura dan meninjau aktivitas lingkungan yang dilakukan para siswa serta melakukan dialog dengan para guru dan perwakilan siswa serta penanaman pohon.

Secara paralel juga dilakukan sosialisasi Program Eco-Pesantren yang kurang lebih diikuti 25 Ponpes. Sekaligus mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan  melakukan perumusan fatwa lingkungan hidup untuk menanggulangi permasalahan kerusakan lingkungan yang banyak terjadi di seluruh daerah di Kalsel. Dan fatwa lingkungan hidup ini sebenarnya telah lama diwacanakan oleh Kementerian LH dan MUI Kalsel. Jadi, kedepannya setiap perbuatan yang merusak lingkungan hidup utamanya di Kalsel seperti membuang sampah sembarangan, menjarah hutan, tidak ada upaya reklamasi tambang dan lain sebagainya akan mendapatkan fatwa haram dari MUI Kalsel.

Sementara itu, sambutan Gubernur Kalimantan Selatan yang dibacakan Sekretaris Daerah, Muchlis Gafuri menyampaikan masalah-masalah lingkungan hidup seperti pemanasan global, perubahan iklim, banjir dan tanah longsor terjadi dimana-mana. Realitas ini menunjukkan sekaligus merupakan tanda-tanda bahwa kualitas lingkungan kita semakin menurun, yang memerlukan perhatian seluruh elemen dan komponen bangsa untuk merenungkan dan mencarikan solusinya.

Indeks kualitas lingkungan Kalsel 2009 menduduki peringkat 26 dari 28 Prov. Se Indonesia yang meliputi air, udara, dan tutupan lahan. Komponen yang memprihatinkan adalah air (8,26%) dan tutupan lahan (39,24%),