KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

berita_eco.jpgPercepatan pembangunan di tanah air kita dewasa ini membawa konsekwensi perubahan yang sangat besar khususnya menyangkut masalah lingkungan hidup yang disebabkan tingginya aktivitas pemanfaatan sumber daya alam. Untuk mengatasi permasalahan lingkungan agar sesuai dengan prinsip pengelolaan lingkungan yang berkesinambungan, maka diperlukan upaya pengendalian dan pelestarian alam yang melibatkan partisipasi semua pihak tidak terkecuali kalangan pondok pesantren yang merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang hingga kini tetap eksis di tengah masyarakat. Permasalahan lingkungan di Kalimantan Timur yang kasat mata dan  terus semakin meningkat, sehingga perlu segera dibenahi antara lain : limbah domestik, persampahan, lahan kritis yang semakin meluas, kawasan pantai dan mangrove, Taman Nasional dan hutan lindung yang menjadi sasaran penjarahan hutan, reklamasi bekas tambang batubara dan emas yang tidak optimal, dll yang berpotensi menimbulkan bencana seperti banjir, longsor, kebakaran hutan serta bencana lainnya yang dalam penanganannya memerlukan keterlibatan semua pihak termasuk komunitas pondok pesantren yang diharapkan menjadi pelopor dalam mengajarkan pentingnya keseimbangan dalam hal dunia dan ukhrowi, keseimbangan duniawi yang bersentuhan langsung dengan pemanfaatan sumber daya alam dan ekosistem untuk kelangsungan hidup umat manusia itu sendiri. Demikian antara lain sambutan Gubernur Kalimantan Timur yang dibacakan oleh Asisten II dalam pembukaan Sosialisasi Program Eco-Pesantren dan Pembentukan Kader Lingkungan Pondok Pesantren Cluster Kalimantan Timur Tahap II yang  dihadiri oleh + 72 orang  Kyai dan Ustadz  perwakilan dari 25 Pondok Pesantren se Kalimantan Timur. tanggal 20 Agustus   2009 bertempat di Hotel Grand Jamrud, Samarinda.

Sementara itu Ir. Bambang Widyantoro, Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan  dalam Keynote Speechnya mewakili Deputi VI, antara lain menyampaikan  bahwa Pondok Pesantren memiliki posisi yang sangat strategis dalam upaya pelestarian lingkungan, karena disamping jumlahnya yang banyak, mengakar di tengah masyarakat juga merupakan tempat untuk menggali dan menjabarkan lebih luas tentang konsep lingkungan  yang banyak terdapat dalam kitab suci Al-Quran. Pandangan Islam tentang alam (lingkungan hidup) bersifat menyatu (holistic) dan saling berhubungan. Dalam Islam selain mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT (Habluminallah) diajarkan juga bagaimana mengatur keselarasan dan keserasian hubungan antara manusia dengan sesama manusia (Hablum minannas) dan bagaimana mengatur keselarasan dan keserasian hubungan antara manusia dengan alam (Hablum minal alam). Keselarasan dan keserasian hubungan manusia dengan alam inilah yang belum banyak dikembangkan dan ini merupakan ladang baru bagi para Kyai untuk mengembangkannya. Pandangan hidup ini mencerminkan pandangan hidup yang holistik karena manusia merupakan bagian dari ekosistem tempat  hidupnya dan bukan berada di luarnya. Keterlibatan Pondok pesantren dalam upaya pelestarian lingkungan diharapkan menjadi garda terdepan untuk memberikan contoh dan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungannya.

Kegiatan yang diselenggarakan  atas kerja sama antara Kementerian Negara Lingkungan Hidup dengan  Badan Lingkungan Hidup Kalimantan Timur ini, menghadirkan pemateri utama K.H. Nashirul Haq, LC, MA. Pimpinan Pondok Pesantren Hidayatullah- Gunung Tembak Balikpapan dengan judul materi Kewajiban manusia dalam melestarian alam sesuai dengan perspektif Islam dan Drs. H. Mochamad Yahya, RZ dari Kanwil Dep. Agama Provinsi Kalimantan Timur dengan judul materi Mengembangkan Jejaring dan kemitraan dalam mewujudkan Pondok Pesantren ramah lingkungan serta dari KNLH dan BLH Provinsi Kalimantan Timur.

Kepada peserta selain  diberikan materi tersebut diatas, diberikan kesempatan mengikuti lomba proposal penyediaan sarana fisik pendukung Eco-Pesantren dan copy VCD Cara Pengolahan Sampah Organik di Kebun Karinda dan bibit Pohon buah.  (ws).

Sumber:
Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat perkotaan