KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PONPES DAN  MADRASAH  HARUS BERKONSEP LINGKUNGAN DAN KOMPETITIF

 

Potensi  Pondok Pesantren yang ada di Propinsi Riau  mempunyai santri-santri yang kompetitif seperti dibidang  fisika, kimia dan lain-lain dan semua ini didukung oleh Kementerian Agama. Kami berterima kasih kepada Kementerian Lingkungan Hidup karena dengan adanya Program Eco Pesantren ini dapat menambah wawasan para santri mengenai Pengelolaan Lingkungan Hidup. Karena itu ke depan Madrasah dan Pondok Pesantren harus berkonsep lingkungan dan kompetitif. Kalau tidak sanggup memimpin sekolah kompetitif lebih baik tidak memimpin sekolah. Apalagi saat ini sudah ada 15 orang santri dari Riau yang kuliah di Universitas terkemuka di Indonesia dan mengambil jurusan  favorit seperti Kedokteran, Teknik dan sebagainya, sebagai motivasi bagi Ponpes dan Madrasah untuk lebih maju lagi.  Demikian Kakanwil Kementerian Agama Propinsi Riau Drs. H.M. Asyari, MM menyampaikan harapannya ketika memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Program Eco Pesantren Tahap III pada tanggal 27 Nopember 2010 mengambil tempat di Hotel Grand Zuri, Jalan Teuku Umar Pekanbaru.

Kepala BLH Propinsi Riau yang diwakili Drs. Achirunnas  Kabid Penaatan BLH Riau, menyoroti pembinaan terhadap generasi muda agar tercipta generasi penerus pembangunan bangsa dengan pola pikir melanjutkan pembangunan yang berwawasan lingkungan harus dilakukan secara terus menerus. Sudah saatnya dikembangkan sikap dan tindakan melindungi dan membina lingkungan yang asri dan sehat di semua lini. Salah satu yang harus dikembangkan adalah Pondok Pesantren karena kita sudah tahu  bahwa pendidikan di Ponpes memiliki kedisplinan yang sangat tinggi untuk diajak sebagai garda terdepan dalam pelestarian lingkungan.

Asdep Peningkatan Peran Masyarakat KLH, Drs. Tri Bangun Laksana lebih banyak memberikan motivasi dan penyadaran terhadap peserta. Sosialisasi ini lebih pada menyamakan pandangan antara sesama pecinta lingkungan yang jumlahnya masih sedikit sambil kumpul-kumpul, tapi ada yang dihasilkan. Mari kita beri muatan lingkungan yang berkualitas dalam hati kita, agar mampu melakukan penyadaran beberapa hal seperti menghemat air, menjaga kebersihan udara serta mengelola sampah. Yang terpenting adalah banyak-banyak menanam pohon untuk mengurangi efek gas rumah kaca yang berdampak timbulnya climate change. Dijelaskan juga bahwa ke depan Program Eco Pesantren akan diintegrasikan dengan Program Adiwiyata.

Seperti biasa Sosialisasi di Riau diberikan 4 Topik  yaitu 1) Melestarikan Lingkungan berdasarkan Perspektif Islam 2) Pengembangan Jejaring Kemitraan untuk Pengembangan Eco Pesantren 3) Kebijakan KLH tentang Program Eco Pesantren 4) Implementasi  Program Eco Pesantren dan Teknik Penulisan Proposal Yang baik.  Nara Sumber yang dihasilkan adalah  Drs. Khairun Thosim, M.Ag, KH. Abdul Rahman Q, Drs. Tri Bangun Laksana dan Morasakti  Hutasuhut, M.Pd.I.
Pada akhir acara  KLH mengukuhkan 75 orang kader Ponpes Peduli Lingkungan sehingga  jumlah kader  Ponpes yang ada di Propinsi Riau berjumlah 230 orang. Seluruh kader diberikan Piagam Penghargaan sebagai pengakuan terhadap para kader baru.

Informasi lebih lanjut :
Asdep Peningkatan Peran Masyarakat KLH,
Jl. D.I. Panjaitan, Kebun Nanas, Gedung B, Lt. V, Jakarta Timur. Tlp/Fax: 021-85911211