KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

sosialisasi_1.jpgKrisis lingkungan dan bencana alam yang sangat luar biasa saat ini, sangat terkait dengan krisis kemanusiaan dan moralitas sosial, bahkan terjadinya bencana lingkungan tersebut seringkali lebih sebagai akibat ulah manusia dan tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup manusia yang konsumtif dan eksploitatif  sikap tamak dan boros yang tidak lagi untuk memenuhi kebutuhan tapi lebih kepada untuk memenuhi keinginan. Kondisi inilah yang memicu terjadinya eksploitasi besar-besaran, sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem dan memicu terjadinya bencana ekologi, demikian antara lain yang disampaikan oleh Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Keynote Speech yang dibacakan oleh Kabid Pemberdayaan Masyarakat Permukiman pada Sosialisasi Program Ekopesantren di Kawasan Perkoraan Bandung Raya.

Sementara itu Kepala BPLHD Jawa Barat dalam sambutannya yang diwakili oleh Kasubdit Amdal antara lain menyampaikan bahwa Pemerintah Propinsi Jawa Barat menyambut baik dan berterima kasih kepada Kementerian Negara Lingkungan Hidup yang telah menggagas Program Ekopesantren. Program tersebut sangat sejalan dan diharapkan dapat saling melengkapi dan bersinergi  dengan kegiatan dan Program Ekopontren yang  digagas BPLHD Jabar, mengingat Peranan dan Potensi Pondok Pesantren yang  berada ditengah masyarakat dan berfungsi sebagai pembina akhlak.

Sosialisasi Program Ekopesantren yang diselenggarakan pada tanggal 28 Nopember 2007 di Hotel Pa’go Ciwidey, Bandung ini  terselenggara atas kerja sama Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan, KNLH dengan Warga Peduli Lingkungan (WPL) Bandung, dihadiri oleh 75 orang peserta perwalikan dari 25 Pondok Pesantren yang tersebar di Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi. Menghadirkan narasumber : 1. K.H. Fuad Effendi Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ittifaq Ciwidey (Penerima Penghargaan Kalpataru Tahun 1996), 2. K.H. Thonthowi D. Musaddad Pimpinan Pondok Pesantren Alwasilah, Garut dan Dr. Ahmad Sudirman Abbas, MA  Ahli Fiqih Lingkungan dari Universitas Islam Negeri Jakarta.

Sumber :
Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan, Deputi Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberayaan Masyarakat.