KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

diskusi.jpgBerkurangnya tutupan lahan kota menjadi salah satu penyebab meluasnya genangan air di Jakarta awal tahun 2007. Genangan itu terjadi akibat direct-runoff curah hujan selama 5 hari berturut-turut dengan intensitas antara 339-314,7mm dalam bulan Januari 2007. Genangan dapat dikurangi apabila lahan-hijau di Jakarta diperluas hingga mampu mengurangi direct-runoff sebesar 300mm. Di musim hujan kondisi ini tidak mampu menampung limpahan air hujan 2000 Juta m3/tahun (26.6%). Analisa hidrometeorologi menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan nilai infiltrasi sebesar 6-185mm akibat perubahan tutupan lahan kota Jakarta.

Sampai saat ini,  upaya menahan air selama mungkin di daratan (termasuk atmosphere engineering, forestry engineering, agriculture, coastal and marine engineering/integrating the urban infrastructure Plan and Development) masih terfokus pada DAS Management dan Civil Engineering Solution (One River, One Plan, One Management) dan belum memiliki managemen daur hidrologi (Water Cycle Management).

Faktor lain yang menyebabkan terjadinya banjir adalah kondisi geologi. Di beberapa tempat terdapat daerah-daerah cekungan yang permukaannya tidak mampu menyerap air hujan.

sumur_resapan2.jpgJakarta tidak cukup memiliki kontrol atau kendali atas keseluruhan sumber daya air, mulai dari air masih dalam bentuk air baku, air minum, air bersih, air limbah, dan bahkan sampai dengan ketika air berubah dalam bentuk air larian dan air banjir. Berkenaan dengan ini, Kementerian Negara Lingkungan hidup bekerjasama dengan Badan Pengelolaaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) mengadakan penjelasan teknis kepada jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota di 5 wilayah DKI Jakarta mengenai Pembuatan Sumur Resapan pada hari Jumat, 23 Februari 2007, di kantor BPLHD Jakarta.

Kegiatan ini merupakan sosialisasi dalam yang bertujuan untuk mengantisipasi banjir di Jabodetabek, khususnya yang terjadi di awal tahun 2007 ini.

Pada kesempatan ini Kepala BPLHD DKI Jakarta mengatakan bahwa: “pembuatan sumur resapan berguna untuk menampung, menyimpan, dan menambah cadangan air tanah serta dapat mengurangi limpasan air hujan ke saluran pembuangan dan badan air lainnya, sehingga dapat dimanfaatkan pada musim kemarau dan sekaligus mengurangi timbulnya banjir