KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta|Jurnal Nasional.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta wajib memberikan pendidikan peduli lingkungan kepada masyarakat. Terkait pendangkalan dan penyempitan sungai, pemprov tak bisa begitu saja menyalahkan masyarakat.

“Masyarakat harus meningkatkan kesadarannya, ya. Tapi pertanyaannya apakah pemerintah Provinsi sudah melakukan pendidikan kepada masyarakat. Jadi, tanggung jawab ada pada kedua belah pihak,” kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Abdul Aziz, SE kepada Jurnal Nasional, Senin (26/7).

Dalam Konteks itu, Pemprov harus melakukan sosialisasi untuk membangun kesadaran masyarakat atau lingkungan. “Perlu juga ada tindakan tegas. Itu bagian untuk menyadarkan masyarakat. Tindakan tegas sebagai pendidikan juga,” kata Wakil Ketua Fraksi Persatuan Pembangunan DPRD DKI ini.

Kemarin, usai Rapat Paripurna DPRD DKI, Gubernur Fauzi Bowo meminta warga ibu kota mengubah sikap untuk lebih peduli lingkungan. Hal itu terkait pertanyaan wartawan tentang penyempitan dan pendangkalan Kali Candrabaga yang melintasi RW 01 Semparbarat, Cilincing, Jakarta Utara.

“Warga jangan cuma khawatir karena tidak bisa mengubah sikap. Mana mungkin ada kasur langsung ke got. Ubahlah prilaku menjadi ramah lingkungan,” kata Foke, panggilan akrab Fauzi bowo.

Sebelumnya, Beritajakarta – situs resmi Pemprov DKI Jakarta memberitakan, kali Candrabaga yang melintasi wilayah RW 01 Sempar Barat, Cilincing, Jakarta Utara kondisinya saat ini sangat meprihatinkan. Selain terjadi sedimentasi akibat banyak sampah dan lumpur, lebar badan kali juga menyempit. Awalnya, lebar anak kali Cakung lama ini 15 meter, namun kini tinggal hanya 4 meter.

Kondisi tersebut telah membuat warga sekitar kali cemas dan khawatir. Sebab, jika dibiarkan, mereka akan terus menjadi korban langganan banjir. “Kali Candrabaga merupakan anak kali cakung Lama yang menghubungkan ke muara Cakung Draine. Kalau hujan turun, warga sekitar cemas karena air cepat naik ke wilayah pemukiman,” kata Martinus 46, warga Kampung Tugu, Semperbarat.

Selama ini, saat musim hujan tiba, warga kerap dilanda banjir. Bahkan, banjir merembet ke wilayah lain, seperti kawasan Gereja Tugu yang notabene bagian dari destinasi wisata pesisir.

Hal yang sama dikatakan Muali (30), warga Kampung Tugu lainnya. Ia menyebutkan, pada zaman dahulu, kali ini bisa dipakai warga untuk mencuci dan mandi. Namun sekarang tidak bisa lagi, sebab kondisi air sudah hitam pekat.” Bahkan salurannya tidak berjalan normal. Karena itu, warga minta agar saluran kali ini sebaiknya dinormalisasi agar warga tidak menjadi langganan banjir,” katanya.

Camat Cilincing, Junaidi, mengaku sudah mengusulkan pengerukan lumpur serta perlunya normalisasi kali Cakung Lama, termasuk untuk kali Candrabaga. Usulan itu telah disampaikan ke Suku Dinas Pekerjaan Umum Air Jakarta Utara. “Menurut informasi, tahun ini ada pengerukan kali Cakung lama. Namun saya tidak tahu dimana  titiknya,” katanya.

Sumber:
Jurnal Nasional
Selasa, 27 Juli 2010
Hal. 7
Jurnalis: Abdul Razak, Nofrita