KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Ket. Foto: Menteri Negara Lingkungan Hidup membuka Rakornas Program Adipura.

Siaran Pres – Jakarta, 14 Pebruari 2011, Pelaksanaan Program Adipura yang dimulai kembali pada tahun 2002 telah mendorong peningkatan kualitas lingkungan perkotaan khususnya dari sisi kebersihan dan kehijauannya. Sembilan tahun pelaksanaan Program Adipura telah mendapatkan berbagai masukan dan aspirasi publik baik yang bersifat apresiasi maupun kritik. Esensi dari aspirasi tersebut adalah adanya kebutuhan akan peningkatan kinerja pengelolaan lingkungan khususnya di wilayah perkotaan. Program Adipura juga merupakan upaya untuk melaksanakan agenda regional dan global antara lain Environmentally Sustainable Transportation dan Environmentally Sustainable Cities. Berdasarkan pertimbangan tersebut maka tepatlah setelah Sembilan tahun pelaksanaan kembali Program Adipura perlu dilakukan revitalisasi.

Pelaksanaan Program ADIPURA mengacu kepada Visi Kementerian Lingkungan Hidup yaitu terwujudnya perbaikan kualitas fungsi lingkungan hidup melalui Kementerian Lingkungan Hidup sebagai institusi yang handal dan proaktif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui Good Environmental Governance (GEG) guna peningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Program ADIPURA fokus pada penerapan tiga prinsip good governance, yaitu : 1. Transparansi, dalam hal kemudahan untuk mengakses data dan informasi hasil pemantauan serta mekanisme dan kriteria pemantauan; 2. Akuntabilitas, dimana hasil pemantauan tersebut dapat dipertanggungjawabkan; dan 3. Partisipasi, dimana Program ADIPURA melibatkan peran serta pemerintah daerah dan masyarakat, baik dengan sistem top-down maupun bottom-up.

Permasalahan lingkungan perkotaan yang dihadapi Indonesia, secara umum meliputi tiga hal pokok, yaitu: 1) Kualitas lingkungan hidup yang cenderung menurun, masalah kebersihan (sampah), ruang terbuka hijau (RTH), serta pencemaran air dan udara, termasuk di dalamnya isu perubahan ikilm; 2) Kapasitas aparatur pemerintah yang relatif kurang memadai dibandingkan dengan besarnya masalah lingkungan perkotaan yang harus dihadapi, antara lain peraturan, pendanaan, organisasi, sumber daya manusia, dan keterpaduan perencanaan.; dan 3) Partisipasi atau peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan perkotaan relatif masih rendah. Kesadaran masyarakat tentang lingkungan hidup sudah meningkat, tetapi masih kurang proaktif untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan politik yang berpihak pada pelestarian lingkungan.

Ket Foto: Selain Para ahli, Rakornas Adipura melibatkan empat pembicara mantan Menteri Lingkungan Hidup.

Maksud dilaksanakannya Program Adipura adalah untuk mewujudkan kota yang cerdas, manusiawi dan ekologis melalui penerapan tata kepemerintahan yang baik (good governance) untuk mendorong terciptanya lingkungan hidup yang baik (good environment). Sedangkan tujuan Program ADIPURA adalah untuk mendorong pemerintah daerah dan masyarakat dalam mewujudkan kota yang berwawasan lingkungan dengan membangun partisipasi aktif pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.

Foto: Selain ratusan peserta, Rakornas Adipura juga disaksikan oleh Pejabat Eselon 1 Kementerian Lingkungan Hidup.

Revitaliasi Program Adipura
Dimulai periode 2010-2011, aspek lingkungan pada Program ADIPURA diperluas, dari dua aspek, yaitu pengelolaan sampah/kebersihan dan RTH, menjadi 4 aspek, yaitu pengelolaan sampah/kebersihan, RTH, pengendalian pencemaran air dan pengendalian pencemaran udara. Selain itu kelembagaannya pun juga diperluas dengan adanya Sekretariat Adipura, Tim Pemantau, Tim Teknis dan Dewan Adipura. Dalam menjaga akuntabilitasnya maka pemeringkatan Adipura dilakukan oleh Dewan Adipura.

Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup, Prof. Dr. In Gusti Muhammad Hatta, MS mengatakan, kebijakan pengelolaan lingkungan perkotaan harus dapat menyelesaikan masalah perkotaan secara menyeluruh menuju kata yang cerdas, manusiawi dan ekologis.

Informasi lebih lanjut:
Ir. R. Sudirman, MM.; Asisten Deputi Pengelolaan Sampah,
KLH Telp/Fax. 021-85911208, email: dirkismo@gmail.com

Sumber Foto:
Barhan/KLH