KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Sumedang, 25 Oktober 2013. Program Pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati atau Taman Kehati merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup sebagai upaya untuk membangun dan mengembangkan kawasan pencadangan sumberdaya alam hayati yang berfungsi sebagai konservasi in-situ dan ex-situ guna menyelamatkan berbagai jenis tumbuhan dan satwa lokal, baik yang liar maupun yang dibudidayakan terutama yang langka dan terancam punah. Penjelasan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup pasal 57 ayat (1) huruf b mengamanatkan bahwa untuk melaksanakan pencadangan sumber daya alam, Pemerintah, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota atau perseorangan dapat membangun Taman Keanekaragaman hayati di luar kawasan hutan. Program Taman Kehati ini dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 03 tahun 2012 tentang Taman Keanekaragaman Hayati.

Indonesia merupakan negara dengan tingkat keterancaman dan kepunahan spesies tertinggi di dunia. Pada flora, sekitar 240 spesies tanaman dinyatakan langka, diantaranya banyak yang merupakan kerabat budidaya. Sedikitnya sebanyak 36 spesies kayu di Indonesia terancam punah termasuk kayu ulin di Kalimantan Selatan, kayu kruing di Sumatera, sawo kecik di Jawa Timur,  kayu hitam (eboni) di Sulawesi, kayu pandak di Jawa. Pakis haji (Cycas rumphi) yang pernah populer sebagai tanaman hias, kini sulit ditemukan di alam. Demikian pula pakis hias (Ponia sylvestris), anggrek jawa (Phalaenopsis javanica) dan jenis rotan (Ceratolobus glaucescens) kini hanya tinggal beberapa batang di pantai selatan Jawa Barat. Sekitar 52 spesies keluarga anggrek, 11 spesies rotan, 9 spesies bambu, 9 spesies pinang, 6 spesies durian, 4 spesies pala dan 3 spesies mangga dikategorikan langka. Sementara 44 spesies tanaman obat seperti pulasari, kedawung, jambe, pasak bumi, gaharu, sanrego dikategorikan langka.

Kementerian Lingkungan Hidup telah menginisiasi Taman Kehati di berbagai provinsi dan kabupaten mulai tahun 2008, diantaranya Taman Kehati Provinsi Jawa Barat. Pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati di wilayah Provinsi Jawa Barat ditetapkan di areal Arboretum dan Hutan Konservasi, Kiara Payung, Desa Sindang Sari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat dengan luas 15 Ha. Tama Kehati ini ditetapkan dengan Keputusan Gubernur Nomor: 593/Kep.821-BPLHD/2011 tentang Penetapan Lokasi Taman Keanekaragaman Hayati Jawa Barat.

Pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati mulai dilaksanakan pada 2010 oleh BPLHD Jawa Barat dengan sumber pembiayaan dari Kementerian Lingkungan Hidup. Terdapat sekitar 89 jenis tanaman khas Jawa Barat yang ditanam di areal ini. Pada 2011 pengelolaannya dilaksanakan oleh Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. Pada tahun 2012 pengembangan Taman Kehati dan beberapa kegiatan dilakukan kerjasama antara lain dengan PT Pertamina dan Pupuk Kujang.

Sebagai salah satu rangkaian peringatan HCPSN 2013, hari ini Kementerian Lingkungan Hidup menyelenggarakan kegiatan Press Tour ke Taman Kehati Provinsi Jawa Barat. Tujuan diselenggarakannya Press Tour ini adalah untuk memberikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat khususnya rekan-rekan media massa untuk membantu publikasi manfaat Taman Kehati bagi pelestarian keanekaragaman hayati. Kegiatan ini diikuti oleh para wartawan media massa nasional. Narasumber yang hadir adalah Asisten Deputi Kehati dan Pengendalian Kerusakan Lahan KLH, Ir. Antung Dedy R, MP, Kepala BPLHD Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. Anang Sudarna, MSc, PhD, serta peneliti LIPI yaitu Prof. Dr. Ir. Ibnu Maryanto dan Drs. Roemantyo. Dalam acara media briefing, Asdep Kehati dan Pengendalian Kerusakan Lahan KLH mengatakan, “Selain fungsi utamanya sebagai kawasan penyelamatan tumbuhan lokal, Taman Kehati juga dapat berfungsi sebagai sumber bibit/pemuliaan, sarana pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pendidikan dan penyuluhan, serta wisata alam dan sebagai ruang terbuka hijau”.

Untuk Informasi Lebih Lanjut:

Ir. Arief Yuwono, MA,
Deputi III MenLH Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim,
Kementerian Lingkungan Hidup,
Telp/Fax. 021 – 8512366,
email: humas@menlh.go.id / website: www.menlh.go.id