KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KENDARI_web.jpgKendari, 16 November 2006. Bertempat di Kampus Universitas Halu Oleo dilaksanakan serangkaian kegiatan, meliputi: Dialog Interaktif Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, penyampaian  deklarasi dari perutusan masyarakat pedesaan, pengukuhan kader lingkungan, dan penanaman pohon.

Dialog interaktif diikuti 150 kader lingkungan dan 100 orang undangan.  Hadir dalam kegiatan tersebut Sekredaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengga, Rektor UNHALU Prof. Ir. H. Mahmudu, MSC, unsur muspida Provinsi Sulawesi Tenggara, dan pimpinan instansi.

Sebanyak 150 kader lingkungan yag dikukuhkan  mewakili komunitas adat, petani, nelayan, pramuka,  KSM/LSM, dan tokoh agama. Mereka yang dikukuhkan merupakan mitra pelestari lingkungan pada garda terdepan, yaitu di lingkungan pedesaan. Berbagai kendala untuk mendukung gerakan penanaman pohon, masalah penebangan liar, illegal fishing, dan  penyempitan lahan pertanian merupakan isu yang berkembang saat dialog. Seluruh peserta  sependapat perlunya penegakan hukum terhadap pelaku penebangan liar dan  illegal fishing.

Pada kesempatan ini, Rektor UNHALU mengajak semua pihak, untuk sama-sama menjaga lingkungan. Peran tersebut didasarkan pada hati nurani untuk mewariskan lingkungan yang baik dan sehat kepada  generasi mendatang. Sejalan dengan itu, Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat mengharapkan  agar 150 kader lingkungan yang telah dikukuhkan, dapat melahirkan pendekar-pendekar lingkungan sebagaimana  dilakukan Laode Muhammad, penerima Kalpataru tahun 1985 dari daerah ini. Cara yang paling murah dan mudah dilakukan adalah dengan menanam pohon minimal  pada lahan sekitar pekarangan rumah.***

Sumber:

Asdep Urusan Masyarakat Pedesaan , Deputi VI
Ged. B Lantai 5 Kementerian Lingkungan Hidup
Jl. D.I. Panjaitan, Kebon Nanas, Jakarta Timur 13410
Telp (021) 8520392; Faks. (021) 8580087