KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kementerian Lingkungan Hidup – Surabaya, 27 Februari 2014. Pertemuan pembahasan 3R (Reuse-Reduce-Recycle) pengelolaan limbah dan sampah se Asia Pasific atau The Fifth Regional 3R Forum in Asia and The Pacific  yang berlangsung sejak 25 Februari 2014, berakhir hari ini tanggal 27 Februari 2014. Sekitar 400 peserta dari 38 negara hadir sebagai perwakilan pemerintah dari berbagai sektor diantaranya Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perindustrian, Pemerintah Daerah, narasumber internasional dari lembaga penelitian dan pengembangan lembaga 3R, Perwakilan PBB dan organisasi internasional, termasuk lembaga keuangan internasional, bank-bank pembangunan multilateral dan lembaga donor, perwakilan dari sektor swasta dan dunia usaha, LSM dan ormas.

Dengan tema “Multilayer Partnership and Coalition as the Basis for 3Rs Promotion in Asia and the Pacific”, pertemuan yang diselenggarakan oleh KLH RI, Kementerian PU RI, KLH Jepang, dan United Nations Centre for Regional Development (UNCRD) ini, membahas kemajuan dari penerapan HaNoi 3R Declaration Sustainable 3R Goals for Asia and The Pacific (2013-2023). Implementasi Hanoi 3R Declaration (2013-2023) memerlukan kerjasama dan koalisi multi pihak yang bersifat berlapis (Pemerintah, dunia usaha dan masyarakat) terkait pengembangan konsep 3R melingkupi manajemen sampah perkotaan dan kaitannya dengan efisiensi sumber daya dalam berbagai sektor pembangunan seperti pertanian, industri, dan energi.

Sesuai dengan tujuan awal, pertemuan ini menghasilkan beberapa hal pokok seperti: (1) Peningkatan wawasan dan kesepakatan kemitraan maupun koalisi antar peserta dalam  implementasi  kebijakan dan program 3R serta implementasi Ha Noi 3R Declaration (2013-2023), pertukaran informasi antar Negara-negara Asia Pacific yang memungkinkan disepakatinya solusi atas berbagai hambatan melalui kemitraan yang berlapis dalam implementasi  3R;  (2) Terbukanya  peluang kemitraan  dalam mengembangkan model bisnis  yang layak untuk meningkatkan skala aplikasi 3R  dan  penggunaan  teknologi  yang  relevan; (3) Terbentuknya rekomendasi   kerangka   kerjasama   regional   antara   Negara Negara kepulauan Pacific (SIDS/PICs)   mengenai   3R   untuk mengatasi masalah umum yang menjadi perhatian; dan (4) Peningkatan wawasan mengenai potensi sinergi antara Forum Regional 3R Asia Pasifik dengan Climate and Clean Air Coalition (CCAC).

Dalam penutupan acara Forum Regional 3R se Asia Pasifik Kelima ini, Menteri Lingkungan Hidup RI, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA menyampaikan Sambutannya yang diwakili oleh Deputi bidang Pengelolaan B3, Limbah B3 dan Sampah KLH, Drs. Rasio Ridho Sani, M.Com, MPM. Melalui pertemuan ini, peserta mendapat berbagai informasi, pengetahuan serta best practice pengelolaan limbah dan sampah. Pengalaman membuktikan, pengelolaan sampah tidak dapat sendiri-sendiri. Forum ini membuka jalan untuk mengembangkan networking atau jejaring dengan berbagai pihak untuk bekerjasama.” Tambahnya lagi “Acara ini menghasilkan diplomasi lingkungan yang penting, kita membangun deklarasi bersama se Asia Pacific yaitu Deklarasi Surabaya untuk mendorong dan meningkatkan kerjasama para pihak multilayer dalam pengelolaan sampah. Kota Surabaya dapat dijadikan contoh pengelolaan sampah yang baik di Indonesia”.

Menteri Pekerjaan Umum RI, Ir. Djoko Kirmanto, Dipl yang pada kesempatan ini diwakili oleh Ir. Djoko Mursito, M.Eng, MM. Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman, menyatakan  “forum 3R ini sangat penting. Terdapat banyak ide, informasi dan pengetahuan serta ‘best practiceas’ yang diperoleh dari berbagai negara yang berupaya melaksanakan ‘the Hanoi 3R Declaration’ untuk mengurangi minimal 20 % timbulan sampah sampai dengan 2020 melalui peningkatan kerjasama dan kolaborasi antar pemerintah berbagai level (pusat dan daerah), swasta, peneliti, universitas serta NGO/CSO. Salah satu tindak lanjut yang  dilaksanakan seperti deklarasi yang ditandatangani oleh 30 kabupaten/kota pada tanggal 24 Pebruari 2014 yaitu  “Gerakan Indonesia Bersih” diharapkan akan mendorong suksesnya upaya pengurangan sampah lebih cepat.”

Deklarasi Surabaya menjadi komitmen bersama seluruh peserta pertemuan, memiliki beberapa poin penting seperti:

  • Kerjasama antar negara untuk mewujudkan zona eco-industri, eco-town, pemanfaatan sampah untuk energi, skema recycling dan komposting di perdesaan dan hal lainnya.Kerjasama negara-negara berkembang untuk memperkuat pertukaran pengalaman, data dan informasi, sumber daya, dan pengetahuan diantara negara Asia Pacific.
  • Kerjasama antar kota baik pada level nasional maupun internasional dalam pertukaran pengalaman praktis untuk menerapkan kota yang nyaman dan berkelanjutan, melalui “sister city” serta kemitraan dengan swasta.
  • Kemitraan antar pihak yang melibatkan publik, dunia usaha, sektor bisnis dan peneliti  untuk mempromosikan “model bisnis berkelanjutan”.
  • Pengembangan pemasaran regional dan penciptaan lapangan
  • Kerja.Kerangka kerjasama diantara negara-negara kepulauan (Pacific) mengembang-kan 3R secara mandiri dan keberlanjutan dengan teknologi yang mudah diadaptasi termasuk para praktisi terlatih yang memiliki kepedulian sama dan mengembangkan model bisnis melalui kerjasama kemitraan antar pihak untuk penciptaan lapangan kerja.
  • Kemitraan para pihak didaerah darurat bencana dalam pengelolaan sampah yang melibatkan antar negara, pebisnis, akademisi, pemerintah, organisasi internasional dan LSM terkait dengan penguatan kapasitas untuk tanggap darurat dan penguatan masyarakat.

Pertemuan ini juga menyepakati bahwa pertemuan selanjutnya Regional 3R Forum Asia Pacific ke 6 akan diselenggarakan di Maldives. Pada akhir acara, peserta pertemuan dari berbagai negara ini berkesempatan melihat dari dekat pengelolaan sampah di perumahan daerah Kampung Jambangan, Kampung Gundih, Kampung Kertajaya, Kampung Gandung dan Nirwana Executive Housing Cempaka. Tempat-tempat tersebut merupakan objek eco tourism menarik yang menjadi percontohan pemukiman berinisiatif sangat baik dengan konsep “Hemat Energi, Kelola Sampah, Hijau Lingkungan”.

Informasi lebih lanjut:
Drs. Rasio Ridho Sani, M.Com, MPM,
Deputi IV MenLH Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun,
Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan Sampah,
Telp/Fax : (021) 85905637,
email : humaslh@gmail.com / www.menlh.go.id

Ir. Djoko Mursito, M.Eng, MM.
Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman,
Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum,
Telp. (021) 72797176, Fax. (021) 7261939,
www.pu.go.id

Sdr. Ifron Hadi – Kabag Kerjasama (081553544664),
Sdr. M.Fikser – Kabag Humas (081331238819),
Pemerintah Kota Surabaya,
email: surabaya.city.goverment@gmail.com