KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Pembiayaan Investasi Lingkungan Bagi Usaha Mikro dan Kecil – Yogyakarta, 10 Desember 2012. Pengelolaan lingkungan hidup seringkali terbentur berbagai kendala dan tantangan, antara lain terbatasnya ketersediaan pendanaan yang memadai bagi investasi lingkungan. Berdasarkan pemetaan pendanaan lingkungan, pendanaan untuk pengelolaan lingkungan sebagian besar merupakan dana hibah, misalnya subsidi kompos, hibah alat pengomposan dari berbagai perusahaan, penghapusan bahan perusak lapisan ozon dan berbagai program hibah lainnya. Akan tetapi, model pendanaan tersebut terbatas sebagai program pilot project dan sangat tergantung anggaran pemerintah dan donor.

Walaupun potensi pendanaan melalui lembaga keuangan khususnya perbankan sangat terbuka, namun dukungan dari lembaga perbankan di Indonesia masih sangat terbatas. Hal ini dikarenakan sifat investasi lingkungan yang dipahami bersifat cost center dan memerlukan waktu yang panjang. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terus berupaya mengubah pemahaman bahwa investasi lingkungan juga mendatangkan keuntungan yang memadai sehingga layak mendapatkan pinjaman. Hal ini dimulai sejak tahun 1993 dengan melibatkan perbankan sebagai bank pelaksana dalam skema pinjaman lunak lingkungan. Keterlibatan perbankan selaku bank pelaksana dalam program pemberian insentif kepada kalangan usaha ini, akan meningkatkan kepasitas perbankan dalam mengenali investasi lingkungan dan prospeknya dimasa yang akan datang.

Satu diantara 4 (empat) skema pinjaman lunak yang dikembangkan oleh KLH adalah Program Debt for Nature Swap (DNS). Program DNS yang merupakan program pertukaran utang dengan kegiatan lingkungan berupa bantuan pembiayaan investasi lingkungan khusus untuk Usaha Mikro dan Kecil. Program ini mulai tahun 2006 bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) selaku bank pelaksana.  Seluruh dana Program DNS sudah habis disalurkan pada bulan Juli 2011 sebesar Rp89.388.481.844  ke 144 nasabah yang tersebar di wilayah: Sumatera, Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur,  Sulawesi dan Kalimantan.  Dengan jenis usaha  antara lain: industri pupuk organik, pakan ternak, kerajinan contohnya pemanfaatan sabut kelapa menjadi produk yang lebih bernilai guna; produksi bersih tahu, biogas dari limbah tahu dan kotoran ternak, IPAL industri tekstil dan rumah sakit, mikro hidro, daur ulang plastik, dan daur ulang logam

Program DNS merupakan program yang unik karena dalam menjalankan program ini terdapat berbagai keuntungan, antara lain terhapusnya hutang negara sebesar 2 kali dana yang dialokasikan untuk Program DNS. Bagi Perbankan, adanya peningkatan kapasitas perbankan dalam investasi lingkungan dan membuka pasar baru untuk pembiayaan investasi lingkungan dan bagi Usaha Mikro dan Kecil, adanya perbaikan kualitas lingkungan dengan pengurangan beban pencemaran lingkungan dan sebagai jembatan bagi UMK untuk mengakses pembiayaan investasi lingkungan di perbankan.

Dalam rangka sharing informasi mengenai pelaksanaan Program DNS tersebut maka dipandang perlu untuk menyelenggarakan Talk Show yang disertai dengan kunjungan lapangan. Talk Show ini bertujuan untuk berbagi pengalaman (kendala dan peluang) pendanaan investasi lingkungan, khususnya Program DNS dalam rangka menghimpun dalam pengembangan model pendanaan yang efektif bagi investasi lingkungan dan diharapkan dapat menjembatani kebutuhan pendanaan investasi lingkungan dengan berbagai sumber pendanaan yang tersedia di masa yang akan datang.

Untuk Informasi Lebih Lanjut:

Drs.Imam Hendargo Abu Ismoyo,MA,
Deputi Bidang Tata Lingkungan,
Kementerian Lingkungan Hidup
Jl. D.I. Panjaitan Kav. 24 Kebon Nanas, Jakarta 13410,
Telp/Fax: 021-8517161,
email: humas@menlh.go.id