KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Empat ekor badak Jawa ditemukan lahir di TN Ujung Kulon, Banten. Tiga ekor diantaranya ditemukan melalui jejak tapak dan seekor lagi dilihat secara langsung saat dilakukan survei. Badak Jawa merupakan spesies mamalia besar terlangka di dunia dan saat ini diancam kepunahan. Ditemukannya populasi yang berkembang biak dan bahkan perlahan-lahan tumbuh, merupakan kabar gembira sekaligus memberi harapan bagi masa depan satwa yang dilindungi ini.

Tim Jagawana Balai TN Ujung Kulon, WWF, dan masyarakat lokal menemukan tanda-tanda keberadaan bayi badak tersebut saat melakukan survei beberapa hari setelah gempa bumi mengguncang beberapa daerah di pulau Jawa termasuk Banten pada bulan Juli 2006 lalu. Pada tanggal 24 Juli 2006 salah seekor anak badak ditemukan pertama kali oleh tim survei I, dengan ukuran tapak 16-17 cm. Keesokan harinya, tim survei kembali menemukan tapak kaki anak dan induk badak dengan ukuran yang berbeda di lokasi lain. Kedua jejak tersebut diperkirakan maksimum berusia tiga hari. Sementara itu, pada hari yang  sama di lokasi terpisah tim survei II melihat secara langsung anak badak yang diidentifikasi berjenis kelamin betina, beserta induknya. Tim ini juga menemukan jejak tapak anak badak yang  keempat di lokasi lain pada tanggal 26 Juli 2006.

Mengingat jarak antara empat lokasi penemuan  jejak yang cukup berjauhan dan juga ukuran tapak kaki yang berbeda, tim survei menyimpulkan bahwa bukti-bukti tersebut menunjukkan adanya empat bayi badak yang berbeda. WWF dan Balai TN Ujung kulon berharap untuk mendapatkan foto bayi badak tersebut melalui camera trap (kamera intai) yang selama ini dipasang untuk memonitor badak Jawa.

Diantara lima spesies badak yang ada di dunia, badak Jawa merupakan spesies yang paling langka dan dikategorikan sebagai “critically endangered