KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Mengapa Ekolabel diperlukan? Semakin banyaknya produk impor yang berlogo ekolabel yang telah beredar dipasaran akan menjadi tantangan bagi produk-produk lokal. Mulai adanya pergeseran ke arah konsumen yang berwawasan lingkungan. Memasyarakatkan ekolabel dan menjadikan ekolabel sebagai kebiasaan dalam mengkonsumsi produk serta dukungan dari semua pihak sangat diperlukan dalam mensukseskan penerapan ekolabel. KAN (Komisi Akreditasi Nasional) sebagai instansi yang berwenang dalam pemberian akreditasi Lembaga Sertifikasi Ekolabel dapat menyusun kebijakan-kebijakan untuk mendukung penerapan ekolabel. Perlu adanya pengawasan terhadap produk-produk ramah lingkungan (swadeklarasi) yang banyak beredar di pasaran. Sertifikasi ekolabel akan menjadi ujung tombak penerapan ekolabel di Indonesia. Pemerintah akan mendukung penerapan ekolabel di masa yang akan datang melalui program green procurement. Panduan teknis bagi evaluator dan industri yang telah disusun akan mempermudah penerapan ekolabel di indonesia. Itulah hasil seminar Ekolabel yang diadakan di Atrium Senen, Rabu 21 Desember 2005.

Program Ekolabel Indonesia diharapkan dapat menjadi tonggak sejarah dalam merubah paradigma pengelolaan lingkungan hidup dari end of Pipe management menjadi
penyelesaian masalah dari sebab/hulu. Ekolabel merupakan perangkat sukarela yang difokuskan pada perbaikan praduk dengan mempertimbangkan aspek-aspek lingkungan, dari mulai bahan baku sampai kepada setelah habis masa pakai (life cycle consideration). Dengan demikian pencemaran maupun kerusakan akibat kegiatan manusia dalam memproduksi suatu barang/jasa dapat dikurangi/diantisipasi menuju kepada lingkungan yang lebih baik.

Saat ini program ekolabel Indonesia difokuskan pada ekolabel tipe I (multi kriteria) yang berbasis stakeholder sesuai Standar ISO 14024. Indonesia harus sudah memulai untuk menciptakan pasar di negeri sendiri maupun di pasar global dengan kualitas produk yang baik dengan mempertimbangkan aspek-aspek lingkungan. Kenapa produk ekolabel Indonesia diharapkan dapat segera diterapkan sertifikasinya? Perlu disadari bahwa praduk-produk ekolabel dari negara lain seperti Jepang, Thailand, Singapura, Jerman sudah masuk pasar Indonesia, baik di Jakarta maupun kota-kota besar prapinsi terutama untuk jenis produk alat tulis kantor, lampu TL maupun consumer goods lainnya. Artinya bahwa konsumen Indonesia juga secara sadar ataupun tidak sudah menggunakan produkproduk yang bertanda ekolabel.

Meskipun sampai saat ini prinsip penerapan ekolabel adalah sukarela, pada kenyataanya saat ini sudah menjadi kebutuhan dalam persyaratan dagang di dunia internasional. Aspek lingkungan dalam produk mulai dijadikan nilai penting untuk diperhatikan apabila produk Indonesia dapat menembus pasar golbal. Salah satu contoh konkrit yang menjadi masalah bagi produk Indonesia yang tidak diterima di pasar internasional adalah dari beberapa produk perikanan karena isu antibiotik dan penggunaan bahan kimia lainnya, hal tersebut disamping tidak aman bagi konsumen (food safety) juga tidak aman bagi lingkungan.

Hingga saat ini pengembangan kapasitas ekolabel Indonesia sudah pada tahap menuju proses sertifikasi produk. Adapun infrastruktur yang sudah disiapkan KLH bersama BSN, KAN dan para pemangku kepentingan lainnya serta dukungan dari Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) adalah: Skema Akrediatsi dan Sertifikasi Ekolabel; Logo Ekolabel Indonesia; Pedoman Akrediatsi dan sertifikasi ekolabel serta pedoman pendukungnya dalam bentuk pedoman KAN; Panduan teknis bagi industri dan evaluator Lembaga Sertifikasi Ekolabel dalam proses pemenuhan kriteria ekolabel; Kriteria ekolabel untuk 5 kategori praduk yaitu kertas cetak tanpa salut serbuk deterjen pencuci sintetik untuk rumah tangga, tekstil dan produk tekstil, kulit jadi serta sepatu kasual dari kulit. Diharapkan bahwa kertas menjadi target awal dalam sertifikasi ekolabel Indonesia karena produk tersebut menjadi kebutuhan dasar bagi setiap sektor baik pemerintah, swasta, dunia pendidikan dan masyarakat umum lainnya. Untuk mendorong penerapan sertifikasi ekolabel ini, pemerintah harus menjadi contoh dalam menggunakan produk-praduk bertanda ekolabel dan akan direalisasikan dalam bentuk konsep kebijakan untuk pengadaan barang-barang kantor yang ramah lingkungan.

Sementara itu tidak munutup kemungkinan pengembangan ekolabel tipe II swadeklarasi (ISO 14021). Sebagaimana yang sudah banyak berkembang saat ini di Indonesia mulai bermunculan produk-produk yang sudah memperhatikan aspek lingkungan walaupun belum keseluruhan kamponen produknya. Contoh kongkrit, saat ini di Indonesia sudah banyak beredar produk deterjen, batere kering, elektronik bahkan kendaraan bermotor yang mengiklankan produknya ramah lingkungan. Terbukti bahwa sudah ada niat baik dari dunia usaha untuk lebih peduli terhadap lingkungan, asalkan hal tersebut bukan merupakan sekedar ikut-ikutan mempropagandakan produknya dengan aspek lingkungan tetapi tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Untuk itu konsumen mempunyai hak penuh untuk bertanya.

Sekilas informasi Seminar:

Adapun tujuan dari Seminar adalah untuk memberikan pandangan dan infarmasi terkini mengenai ekolabel Indonesia terkait dengan lingkungan dan perdagangan internasional serta mensosialisasikan panduan teknis untuk lembaga sertifikasi dan industri (deterjen serbuk, tekstil dan produk tekstil, kertas cetak tanpa salut) yang akan menerapkan ekalabel. Dalam seminar ini juga hadir pembicara dari sekretaris Global Ecolabel Networking (GEN), Ms. Mizuno dari negara Jepang yang memberikan presentasi mengenai peluang ekolabel Indonesia dalam dunia perdagangan.

Seminar berjalan sesuai dengan agenda yang direncanakan dan berakhir pada pukul 16.00 wib. Seminar ini tergalong sukses dari banyaknya partisipan yang hadir dan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh partisipan. Keingintahuan partisipan mengenai ekolabel Indonesia menunjukkan mulai adanya perhatian dan kepedulian semua pihak akan perlunya Ekolabel di Indonesia.

Tindak Lanjut Seminar dan rencana Program Ekolabel Indonesia:

Tindak lanjut dari seminar Ekolabel adalah; (i) Penyampaian informasi lebih luas program ekolabel Indonesia kepada konsumen melalui kerjasama dengan retail dan instansi teknis terkait, (ii) Penyiapan konsep kebijakan pengadaan barang ramah lingkungan, (iii) Penyusunan kriteria ekolabel untuk kategori produk prioritas sesuai perkembangan kebutuhan pasar dan pertimbangan lingkungan, (iv) Pameran dalam Pekan Lingkungan Tahun 2006, (v) Bedah Teknis Klaim Produk Ramah Lingkungan, (vi) Adopsi Standar Internasional (SI) untuk Ekolabel dan SI pendukungnya menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI), (vii) Pembinaan dan pengawasan bersama BSN dan KAN dalam penerapan sertifikasi Ekolabel Indonesia.

Informasi lebih lanjut:
Asdep Urusan Standardisasi,
Teknologi dan Produksi Bersih,
Deputi Bidang Pembinaan dan
Peningkatan Kapasitas
Kementerian Lingkungan Hidup
Telp/Fax. 021-85906167, 021-8584638
e-mail: ekolabel@menlh.go.id