KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KECERDASAN DIBALIK KINCIR AIR TRADISIONAL DI KUPITAN, KAB. SIJUNJUNG

Hasil kunjungan Tim Sosbud-Kemitraan di Kec. Kupitan Kab. Sijunjung, akhir Februari 2009 yang lalu, dijumpai 3 kincir air tradisional, secara kontinyu masing-masing kincir dapat mengairi relatif 10 Ha lahan pesawahan, pada area komunitas petani yang dihuni lebih kurang 200 orang – 40KK.

Aktifitas 3 kincir yang terdiri dari bahan kayu, papan dan anyaman bambu tersebut,  berfungsi menaikkan air dari aliran sungai ke saluran pengairan pesawahan sesuai kapasitas kincir berdasarkan diameter kincir dan kemiringan area, bila tanpa kincir air tersebut lahan pesawahan itu masuk dalam kategori sawah tadah hujan.

Kincir air tersebut merupakan prototype yang berumur 100-an tahun, seperti yang ditemui Rafless tahun 1817 dalam perjalanan pertamanya ke Sumatera bagian barat. Seperti dapat di lihat pada video.

Pendekatan dalam pengelolaan lingkungan hidup, kincir air irigasi yang ramah lingkungan tersebut, bila kita coba kalkulasi dalam valuasi neraca massa dan energi, maka akan menghasilkan sbb:

3 kincir itu yang mampu mengairi 30 Ha tersebut, dapat menghasilkan volume air relatif 45.000 m3 per-musim tanam (3-4 bulan).

Bila disandingkan dengan mesin pompa air, dengan menggunakan minyak diesel, untuk memompakan 45.000 m3 air itu, dibutuhkan 1.196 Lt minyak diesel yang setara dengan Rp 11,5 juta per musim panen (harga minyak diesel @Rp6.000,-/liter).  Jika dikonversikan dengan emisi gas buang maka dapat dihindari pencemaran udara sejumlah 1,8 ton CO2 per-musim tanam.

FOKUS

Kincir air tradisional tersebut merupakan teknologi rakyat yang ramah lingkungan, tanpa listrik ataupun bahan bakar fosil, dengan memanfaatkan tenaga potensial aliran sungai untuk menggerakkan roda dan tabung-tabung air untuk memindahkan air sungai di bawah secara kontinyu ke atas saluran irigasi persawahan.

Kegiatan di bidang pertanian dengan memanfaatkan teknologi rakyat itu, telah digunakan secara turun menurun, suatu manifestasi membentuk komunitas dalam budaya berperilaku Mandiri, Hemat dan Adil dalam memanfaatkan sumber air untuk kehidupan secara bersama..  

Tim Sosbud-Kemitraan, KLH.

Email: kemitraan@menlh.go.id