KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Teleconference tentang Pelaporan Lingkungan diselenggarakan pada tanggal 2 Pebruari 2005 atas dukungan dan fasilitas oleh JICA Indonesia. Acara diskusi jarak jauh antara Jakarta (Plaza BII II, Jl. Mh. Thamrin, Jakarta), – Tokyo, Jepang diisi oleh tiga pembicara, yaitu:
• Mr. Kenji SAMAWI, Ministry of the Environment, Japan
• Mr. Koji YAMAGUCHI, Vice President, NEC Corporation
• Mr. Harumitsu MASHIKO, Manager Environmental Communication Office, Ricoh Company Ltd

Mr. SAMAWI membahas Promoting the Release of Environmental Reports in Japan. Dalam kaitan dengan bahasan tersebut disampaikan visi yang menghubungkan lingkungan dan ekonomi, harapan dan pengaruh penyusunan Pelaporan Lingkungan, kebijakan dan rencana ke depan pemerintah Jepang.

Peraturan Nomor 77 tahun 2004 mengenai pelaporan lingkungan telah diterbitkan pada bulan Oktober 2004 dan mulai berlaku pada tanggal 1 April 2005. Pelaporan Lingkungan di Jepang merupakan kegiatan berbasis suka-rela untuk instansi pemerintah baik pusat maupun daerah, perusahaan swasta dan LSM, sedangkan untuk lembaga administrasi yang mandiri dan badan usaha milik negara pelaporan ini menjadi suatu keharusan. Peraturan dimaksud terdiri atas 7 bab, dengan isi nya antara lain mengenai: General Provision, Release Concerning the State of Environmentally Aware Activities of the State and Other Public Entities, release Concerning Business-Related Environmentally Aware Activities, Promoting the Availability of Environmental Information. Setelah diberlakukannya peraturan tersebut, pemerintah Jepang berharap dalam tiga tahun ke depan akan mendapat gambaran kondisi yang berkaitan dengan Pelaporan Lingkungan. Selain itu pemerintah harus melakukan beberapa tindakan dalam mempromosikan dan membantu implementasi peraturan Pelaporan Lingkungan.

Sebagai pembicara ke dua, Mr. Koji YAMAGUCHI membagi pengalaman NEC Corporation berkaitan dengan Release of Information on Environmental Activities – Present Situation of Environmental Report, yaitu tentang aktifitas yang berhubungan dengan Pelaporan Lingkungan di Jepang, dan aktifitas NEC yang meliputi profil perusahaan, Sejarah kegiatan-kegiatan lingkungan, visi pengelolaan lingkungan, Pelaporan Lingkungan, serta Pelaporan Lingkungan Tahunan NEC.

NEC menyusun Pelaporan Lingkungan bersumber pada kegiatan-kegiatan lingkungan baik yang berhubungan dengan pelanggan, masyarakat, NGOs, karyawan, mitra usaha, investor-stakeholders, maupun dengan pemerintah. Pelaporan Lingkungan menurut NEC membutuhkan persyaratan, seperti keragaman tentang fakta, waktu, tempat, dan kesempatan, dan juga komunikasi ke stakeholders melalui berbagai media (kertas, elektronik, gambar); transparasi; dan kepercayaan yang dapat dijabarkan sebagai pengelolaan sistem data dan informasi yang baik, data terkini, bersifat netral.

Diskusi diakhiri dengan pemaparan tentang the Ricoh Group Sustainability Report oleh Mr. MASHIKO. Bahasan yang disampaikan berisi tujuan dan pelajaran yang dapat dipetik dari penyusunan pelaporan lingkungan, serta hal utama yang penting dalam mempublikasikan pelaporan lingkungan.

Ricoh group mencatat bahwa penyusunan pelaporan lingkungan membuat group ini melihat adanya kesempatan untuk mengkaji ulang kebijakan tentang Corporate philosophy, the Ideal society (planet, people, profit), dan concept. Di samping itu, Ricoh juga menyadari adanya berbagai kegiatan yang dirasa kurang, serta memahami bahwa publikasi pelaporan lingkungan dapat dipakai sebagai sarana promosi kegiatan konservasi lingkungan. Lebih lanjut Mr. MASHIKO mengingatkan bahwa ketika akan mempublikasi pelaporan lingkungan penting diperhatikan hal-hal sebagai berikut: penyusunan berdasarkan pedoman yang telah lazim dipakai secara luas (misal Global Reporting Initiative/GRI); isi pelaporan perlu disusun desain strukturnya sehingga terkesan laporan berkelas, tidak asal-asalan; untuk berbagai kegiatan yang sudah direncanakan tetapi belum diimplementasikan, sebaiknya yang ditulis dalam laporan adalah yang sesuai dengan kondisi nyata pada saat pelaporan dibuat; perlu juga dikembangkan ukuran dan kebijakan dalam rangka menyempurnakan pelaporan.

Berdasarkan pengalaman NEC dan RICOH dapat disimpulkan bahwa penyusunan / publikasi pelaporan lingkungan bermanfaat bagi keduanya tidak secara material, namun merupakan suatu penghargaan/kehormatan, terlebih apabila perusahaan memenangkan AWARD.

Sebagai ilustrasi dapat dirinci bahwa tujuan penyusunan pelaporan lingkungan umumnya dapat dilihat dari sisi luar dan dalam perusahaan. Dipandang dari sisi luar perusahaan pelaporan lingkungan berfungsi sebagai alat komunikasi dengan stakeholders, misal pengungkapan tanggujungjawab perusahaan, informasi jasa yang tersedia bagi stakeholders, meningkatkan citra perusahaan. Sedangkan dilihat dari dalam perusahaan pelaporan ini dipakai sebagai sarana mempromosikan kegiatan-kegiatan lingkungan, juga diartikan sebagai pemacu dan pendorong karyawan dalam memperbaiki kinerja perusahaan.

Informasi lebih lanjut hubungi
Asisten Deputi Urusaan Pengembangan
Kapasitas Kelembagaan Penunjang Lingkungan – KLH

Telp/Fax : (021) – 8517161
Telp : (021) – 8517148 ext 223