KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jogjakarta,  21 September 2006. Pada hari ini diadakan acara pembukaan Temu Kader Lingkungan Hidup se-Jawa oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup (MENLH)  Rachmat Witoelar bertempat di Gedung Pertemuan Magister Manajemen (MM) Kampus Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

MENLH menyampaikan pesan antara lain bahwa, persoalan lingkungan yang menjadi perhatian global adalah pemanasan global yang dampaknya naiknya permukaan  air laut, sehingga garis pantai akan semakin bergeser ke darat, bahkan menenggelamkan pulau-pulau dan kota pantai di seluruh bumi yang memiliki ketinggian kurang dari 1 meter dpl.

Fenomena pemanasan global telah menjadi wacana di bidang ilmu pengetahuan sejak dua puluh tahun yang lalu oleh pengambil keputusan pada tingkat global. Bentuk keprihatinan itu tercermin dari diangkatnya pemanasan global dalam agenda pertemuan antara masyarakat Asia dan Eropa dalam ASEM (Asian & Europe Environment Meeting). Hal ini penting karena dalam konteks global, Indonesia dan Brasilia dianggap sebagai paru-paru dunia.

Dalam kesempatan lain MENLH menjelaskan bahwa masalah lingkungan hidup menjadi concern seluruh stakeholder. Semua pihak diharapkan berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Partisipasi hendaknya diwujudkan dalam tindakan nyata di dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, secara kelembagaan, eksekutif berperan dalam pengelolaan lingkungan. Di lain pihak legislatif dapat berpartisipasi memasukkan aspek lingkungan dalam regulasi atau bahkan secara eksplisit dapat membuat regulasi di bidang lingkungan. Masyarakat selain secara langsung berperan serta dalam pengelolaan sampah yang diproduksinya, juga dapat melakukan pengawasan melalui EPW (Environtmental Parliament Watch).

Sampai berita ini diturunkan acara "Temu Kader Lingkungan se – Jawa", masih berlangsung hingga hari Jum’at, tanggal 22 September 2006.
|
Sumber :

Asdep Edukasi Komunikasi
Kementerian Lingkungan Hidup