Kementerian Lingkungan Hidup

Republik Indonesia

Sebagai negara yang telah meratifikasi Konvensi Wina dan Protokol Montreal, Indonesia mempunyai kewajiban untuk melaksanakan upaya perlindungan lapisan ozon dan menghapuskan penggunaan Bahan Perusak Ozon (BPO) secara bertahap.

CFC merupakan salah satu BPO yang banyak digunakan pada sektor refrigerasi, baik pada kegiatan manufaktur maupun servicing. Pemerintah Indonesia mempunyai komitmen untuk menghentikan impor CFC pada tahun 2007.

Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah memfasilitasi pelaksanaan alih teknologi di kegiatan manufaktur serta daur ulang CFC dan penerapan Best Practises di kegiatan servicing.

Dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang handal dan peduli terhadap kepentingan lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bekerja sama dengan United Nations Development Program (UNDP) akan memfasilitasi pengembangan sistem standarisasi teknisi di bidang perawatan/perbaikan peralatan pendingin.

Sehubungan dengan hal tersebut, diperlukan tenaga ahli yang bertanggung jawab untuk menyiapkan draft awal Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Informasi lebih lanjut mengenai ruang lingkup pekerjaan dan kualifikasi tenaga ahli yang dibutuhkan dapat dilihat di Term of Reference (TOR).

Berkas lamaran disampaikan paling lambat tanggal 11 Agustus 2004 dan ditujukan kepada :
United Nations Development Programme (UNDP)
Jl. M.H.Thamrin Kav. 3, P.O. Box 2338
Jakarta 10250, Indonesia
E-mail : recruitment.id@undp.org