KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

 

CIMAHI, (PR).-
Pemerintah Kota Cimahi tengah menjajaki kemungkinan investasi  pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan tenaga sampah (PLTSa) dam rangka mewujudkan Cimahi sebagai green city. Kemarin, Selasa (13/4), tim konsultan salah satu perusahaan energi Korea Selatan, Renewde Consulting, mempresentasikan kisaran harga listrik per kwh untuk pertimbangan PLN membeli energi listrik tersebut.
Juru bicara Renewde Consulting Jea-Hyun Park mengatakan, ide untuk membuat PLTS dan PLTSa di Cimahi datang dari Wali Kota Cimahi Itoc Tochija. Renewde Consulting merupakan perusahaan yang berpengalaman di bidang energi dan telah membangun banyak PLTS don PLTSa di Korea Selatan.

Park menyebutkan, rencananya di Cimahi dibangun 2 PLTS di Kelurahan Cipageran (Kecamatan Cimahi Utara) dan 1 PLTSa di Kelurahan Leuwigajah (Kecamatan Cimahi Selatan). Kapasitas ketiga pembangkit listrik akan disesuaikan dengan kebutuhan listrik Kota Cimahi atau sekitar 50 mw.
“Untuk 1 mw saja kami butuh lahan 2,5 hektare. Sekarang, pemerintah sedang menjajaki kemungkingan lahannya,” ujarnya sebelum menyampaikan presentasi di Gedung A Kantor Pemerintah Kota Cimahi.
Untuk membangun PLTS dan PLTSa berkapasitas 50 mw dengan masa operasi 40 tahun, diperlukan biaya 200 juta dolar AS. Renewde Consulting bersedia menyediakan anggaran untuk membangun PLTS dun PLTSa, asalkan Pemerintah Kota Cimahi mau menyediakan lahan. Sebagai gantinya, perusahaan mendapat hak pengelolaan PLTS dun PLTSa selama dua puluh tahun. Dengan begitu, Pemerintah Kota Cimahi berhak atas pengeloiaan PLTS dan PLTSa selama dua puluh tahun berikutnya.
Wali Kota Cimahi Itoc Tochija mengatakan, sampai saat ini Renewde Consulting telah melakukan lima kali presentasi. Kemarin, mereka mempresentasikan kemungkinan kisaran harga per kwh dari listrik yang akan dihasilkan PLTS dan PLTSa di hadapan perwakilan PLN. Ini akan menjadi bahan pertimbangan apakah PLN mampu membeli energi listrik itu atau tidak.
Menurat Itoc, pembangunan PLTS dan PLTSa ini memerlukan lahan seluas 60 hektare. Karena luas kota Cimahi terbatas, lahan seluas itu merupakan tantangan besar. Itu sebabnya, Itoc berencana mengonsultasikan hal ini dengan Gubernur Jabar. (A-180)***

Sumber:

Pikiran Rakyat

Rabu, 14 April 2010

Halaman 19