Profile Menteri

8 Jun 2011 05:55 WIB

PROFIL MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP

Sejak keberadaannya pada tahun 1978, kementerian lingkungan hidup di IndonesiaIndonesia. Emil Salim adalah figur yang pertama sekaligus pionir dari lembaga ini, dilanjutkan secara berturut-turut oleh: Sarwono Kusumaatmadja, Juwono Sudarsono, Panangian Siregar, Sony Keraf, Nabiel Makarim, Rachmat Witoelar dan Gusti Muhammad Hatta. mengalami berbagai perubahan nama dan pimpinan seiring dengan mekanisme ketatanegaraan di Indonesia.

0.1. PROF. DR. BALTHASAR KAMBUAYA, MBA

Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA  lahir di Ayamaru, pada tanggal  9 September 1956. Penganut agama Kristen yang taat ini, mengenyam pendidikannya dasarnya di kota kelahirannya di SD YPK di Kambuaya-Ayamaru Papua pada tahun 1969. lalu di di Smep Negeri Teminabuan (1971) dan SMEA Negeri Sorong (1974). Sedangkan predikat sarjana Muda-nya diselesaikan di Universitas Cendrawasih – Jayapura (1978).

Predikat Sarjana (S1) diselesaikan di Universitas Brawijaya Malang.  Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA, menyelesaikan masternya dalam dalam bidang ekonomi administrasi (Megister Business Administration) MBA di Durham University Business School-Inggris (1996). Terakhir gelar Doktor dalam bidang yang sama (ekonomi) di perolehnya di UNHAS Makasar pada tahun 2003.

Riwayat Pekerjaan:

Jenjang karirnya pekerjaannya sendiri di mulai di Universitas Cendrawasih sebagai Asisten Dosen (1979) lalu diangkat sebagai Dosen Fakultas Ekonomi Uncen Tabun (1981) kemudian Kasubag Pada Lembaga Penelitian Uncen (1985) Pembantu Dekan I – FIHES, 1986 -1987. Dan secara berturut-turut dipercaya sebagai Pembantu Dekan III – FIHES, 1987 – 1991,   Pembantu Dekan I – FIHES, 1991 – 1995, embantu Dekan I – FIHES, 1995 – 2000, Dekan Fakultas Ekonomi Uncen, 2001 – 2004 dan akhirnya terpilih menjadi Rektor Uncen, 2005 – 2011

Organisasi:

Kegiatan Organisasi yang pernah di emban yaitu Director of Asian Development Bank of Project Implementation di Uncen 1995-2000. Lalu menjadi anggota Dewan Komisaris Bank Papua, Tabun 2000-2011.

Selain Itu Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA pernah menjadi wakil ketua Tim (organizing commety) Penyusunan UU Otonomi Khusus Papua Tabun 2000. Pada tahun 2010 menjadi Anggota Komite Inovasi Nasional Republik Indonesia.

Pengalaman Akademik:

Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA waktunya dihabiskan dalam Mengajar di Universitas baik di jenjang S1 maupun S2 sekaligus menjadi tim penguji Doktor dan sekaligus diundang dalam berbagai kegiatan Short Course. Kegiatan tersebut antara lain;

  • Jenjang Program S1
    • Small Business, pada Program Studi Manajemen FE-UNCEN
    • Manajemen Keuangan pada Program Studi Manajemen FE-UNCEN
    • Manajemen Sumber Daya Manusia pada Program Studi Manajemen FE-UNCEN
    • Leadership/ Kep emi mpinan pada Program Studi Manajemen FE-UNCEN
    • Cost Accounting, pada Program Studi Manajemen FE-UNCEN
  • Jenjang Program S2
    • Manajemen Keuangan, pada Program MM-UNCEN
    • Leadership/Kepemimpinan
    • Manajemen Sumber Daya Manusia pada Program MM-UNCEN
  • Copromotor/ Tim Penguji Doktor
    1. Hanz Kaiway, SE. MSc. Agr.
    2. Ferdinan Risamasu, SE, MSc. Agr
  • Short Course :
    1. Training on Risk Management Singapore, 2006.
    2. Academic Networking and and University Management di Texas & M University, USA (1999).
    3. Training on SME Development – Universitas Indonesia (1987).
    4. Training on Small Busines Development Universitas Hasanudin Makasar-Kodrat (1986).

Pengalaman penelitian:

  1. Ketua Tim Penelitian Pengembangan Pariwisata di Papua, 2004.
  2. Ketua Tim Penelitian Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah di Kabupaten Sorsel, 2006.
  3. Ketua Tim Peneliti Inventarisasi Potensi Pendapatan Ash Daerah Provinsi Papua, 2003.
  4. Penelitian Pengembangan Small Bussiness di Papua, 2002.
  5. Ketua Tim Peneliti Pengembangan dan Peningkatan Pendapatan Ash Daerah dan Efisiensi Pemanfaatannya, 2002.
  6. Penelitian Enterpreneurial Behaviour Pengusaha Papua, 2003.
  7. Penanggungjawab Penelitian Inventarisasi Jenis Sumber-Sumber Pertambangan Provinsi Papua, 2002.

Keterlibatan Pada Berbagai Forum Seminar:

  1. Sebagai Pembicara Pada Seminar How To Handle Bussiness in Asia khususnya di Indonesia kepada 50 orang businessman dari North East Costal Area, Newcastle Inggris (1995).
  2. Sebagai Pembicara Pada Seminar “Micro Economic Development In Papua – Jayapura, Denpasar, Cisarua, 2000-2002″, IRISH-USAID Jakarta.
  3. Sebagai Pembicara Pada Seminar “Pengembangan Ekonomi Kerakyatan di Provinsi Papua, 2002.
  4. Sebagai Pembicara Pada Seminar “Strategic Planning – Visi dan Misi Perusahaan Daerah Air Minum Papua, 2000.
  5. Sebagai Pembicara Pada Seminar “Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan”, PEMDA Provinsi Papua, 2003.
  6. Sebagai Pembicara Pada Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan Otonomi Khusus Papua, Bidang Keuangan.

Publikasi:

Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA juga sudah banyak menerbitkan buku antara lain;

  1. Profit Small Bussiness di Papua.
  2. Pengembangan Small Bussiness di Papua.
  3. Perilaku Usaha Pengusaha Papua, 2004.

Penghargaan:

Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA sendiri mendapat penghargaan Satya Lencana Adhitya Dharma Nugraha dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Sebagai Dosen Teladan 1989.

 

0.2. GUSTI MUHAMMAD HATTA

Prof. DR. Ir. H. Gusti Muhammad Hatta, Ms. Lahir di Banjarmasin 1 September 1952. Alumnus Fakultas Kehutanan Universat Lambung Mangkurat Banjarmasin yang berafiliasi dengan Fakultas Kehutanan IPB. Beliau menamatkan pendidikan S-1 dengan gelar Sarjana Kehutanan atau Insinyur Silvikultur pada tahun 1979. Gelar Magister Sains di bidang bidang yang sama diraih pada tahun 1987 di Universitas Gadjah mada-Yogyakarta. Pada tahun 1999 gelar Ph.D. atau Doktor didapatkan dari Universitas Wageningen, Belanda di bidang Silvikultur. Ketekunannya di dunia pendidikan menjadikan beliau sebagai Guru Besar dan memperoleh gelar Professor pada tahun 2008 di Unviersitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sebelum menjadi Menteri Negara Lingkungan Hidup, sepanjang kariernya yang dimulai sejak tahun 1981 diabdikan pada dunia pendidikan. Jenjang karier yang beliau raih hingga Oktober 2009 sebagai berikut:

1981 – 1982 : Ketua Program Studi Silvikultur

1983 – 1985 : Pembantu Dekan I Fakultas Kehutanan Unlam

1993 – 1995 : Wakil Ketua Pusat Studi Lingkungan Hidup Unlam

2001 – 2003 : Ketua Pengelola Pascasarjana Prodi Ilmu Kehutanan

2003 – 2005 : Ketua Lembaga Penelitian Unlam

2006 – Sekarang : Pembantu Rekor Bidang Akademik

2009 – Sekarang : Menteri Negara Lingkungan Hidup R.I.

Sebagai ilmuwan, penelitian dan karya ilmiah tidak lepas mewarnai aktivitasnya sehari-hari di dunia pendidikan. Berbagai penelitian dan karya ilmiah Pak Hatta adalah:

  • Perubahan Struktur Dan Pertumbuhan Permudaan setelah Pemeliharaan pada hutan Bekas tebangan Sistem TPTI di Provinsi Jambi. 1987.
  • Survei Flora dan Fauna Hutan Tanaman Nasonal Kutai dan Cagar Alam Kayan Mentarang Provinsi Kalimantan Timur dalam rangka bantuan USAID untuk Pembinaan dan Pengembangannya. 1988.
  • Survei Flora dan Fauna Hutan Cagar Alam Bukit Raya Provinsi Klaimantan Tengah dalam rangka bantuan USAID untuk Pembinaan dan Pengembangannya. 1988.
  • Penelitian Fauna dan Pengamatan Berbunga dan Berbuahnya Tegakan Hutan di Suaka Margasatwa Pelaihari – Martapura. 1989.
  • Studi Variasi Longitudinal E c ology Sungai Kalaan di Suaka Margasatwa Pelaihari – Martapura Kalimantan Selatan. 1989.
  • ACID SULPHATE SOIL IN THE HUMID TROPICS : ecologikal sapects of their development. AARD & LAWOO the Netherland. 1991.
  • Aspek-aspek Ekolog i dari Pengembangan Tanah-tanah Sulfat Masam di Kalimantan S elatan. 1991.
  • Uji Species di areal HPH PT. Yayang Indonesia di Kabupaten Tabalong Kalimantan selatan. 1991.
  • Pengaruh Berbagai Perlakuan terhadap pertumbuhan Anakan Meranti (Shorea Spp) . 1992.
  • Uji Provenan dan berbagai jenis stek sungkai di Panaan, Kalimantan Selatan, 1992.
  • Developing Criteria and Indicators for Community Managed Forest-Indonesia test sites. CIFOR Field Test Report. 1998.
  • Pemetaan Habitat P ohon Ulin (Euisideroxyon Zwageri) melalui program Sistem informasi Geografi dan upaya pengembangannya di Provinsi Kalimantan Selatan. 1998.
  • Sungkai (Peronema canescens) A Promising Pionner Tree: an experimental provenance studi in Indonesia . 1999.
  • Evaluasi Revegetasi pada lahan Reklamasi Pasca Tambang Batu Bara di Kabupaten Tapin.2002.
  • Evaluasi pertumbuhan semai beberapa provenan sungkai (Peronema canescens) di Kalimantan Selatan. 2008.
  • Co-author Basic Ecology in Cooperation with The University of Eastern Indonesia . 1985.
  • Co-author the Ecology of Kalimantan Periplus Editions (HK) Ltd. 1996.

Di dunia profesional, beliau terlibat dalam berbagai kegiatan sebagai konsultasi. Di antaranya adalah:

  • Tim Forester pada Kampsax (Denmark) Tahun 1985.
  • Tim Konsultan CIFOR (Center of International Forest Research) dalam Penyusunan dan Pengujian Kriteria dan Indikator untuk Hutan yang di kelola Masyarakat, Kalimantan Barat, 1997.
  • Tim konmsultan CIFOR (Center of International Forest Research) dalam pengujian kriteria dan Indikator yang dikembangkan oleh CIFOR untuk pengelolaan Hutan yang lestari. 1998.
  • Ketua Tim Amdal beberapa HPH di Kalimantan Tengah dan Selatan, Amdal Tambang, Amdal Industri dan Amdal Pelabuhan. 1993-2000.
  • Ketua Studi Amdal Batu Bara PT. Antang Gunung Meratus, kalimantan Selatan. 2001
  • Tim Konsultan (ERM, Inggris) dalam penilaian Dampak Lingkungan dan Sosial dari kegiatan Proyek Uni-Eropa (SCKPFP) di Kalimantan Selatan dan Tengah. 2001

Beberapa pengalaman internasional penting berkaitan dengan kehutanan dan lingkungan hidup yang tercatat adalah:

  • Konferensi Internasional tentang Biologi hutan dan Konservasi, yang diselenggarakan di Sabah Malaysia, 1990. Disponsori oleh WWF.
  • Symposium tentang tanah-tanah Sulfat Masam Daerah tropis, yang diselenggarakan di Kota Ho Chi Minh, Vietnam, 1992. Disponsori oleh LAWOO Belanda.
  • Studi Banding ke Arboretum National di Kwangnung Korea Selatan, 1993. Disponsori oleh Konsultan Indonesia.
  • Studi Program Doktor di Universitas Wageningen, Belanda. 1996-1999.
  • Studi Banding ke FRIM (Forest Research Institute Malaysia ), 2000. Disponsori oleh IFSP (Indonesian Forest Seed Project).
  • Kunjungan ke Universitas Utara Malaysia (UUM) dalam rangka kerjasama UNLAM dan UUM, tahun 2006.
  • Kunjungan ke Universitas Kyung Hee, Universitas Seoul, Universitas Sang Ji Korea Selatan dalam rangka Kerjasama UNLAM dan Universitas tersebut tahun 2006.

Pengalaman profesional beliau diperkaya dengan sejumlah peran sebagai:

  1. Pengajar Applied Approach (AA) dan Pengembangan Keterampilan Teknologi Instruksional (PEKERTI) di UNLAM
  2. Anggota Dewan Pakar Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, 2002-sekarang.
  3. Penatar AMDAL pada PPLH UNLAM, 1992-2009.
  4. Menghadiri Forum Bilateral USA-Indonesia International Partnership on Higher Education di selenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas.
  5. Menghadiri Seminar Pemanfaatan Sistem Hak Kekayaan Intelektual oleh Perguruan Tinggi dan Lembaga Litbang.
  6. Peserta Workshop Pemanfaatan Informasi Paten untuk Penelitian di Perguruan Tinggi. Diselenggarakan oleh DP3M Dikti, Jakarta Oktober 2005.
  7. Peserta pada Sosialisasi Kerjasama Luar Negeri di Bidang Pendidikan diselenggarakan oleh Sekretaris Jenderal Pendidikan Nasional, Jakarta September 2005.
  8. Peserta Internasional Seminar and Workshop on International Research Networking. Diselenggarakan oleh DP3M Ditjen Dikti, Jakarta Agustus 2005.
  9. Rapat Koordinasi Nasional Riset dan Teknologi tahun 2005, diselenggarakan oleh Menristek Jakarta, Juni 2005.
  10. Seminar dan Lokakarya Perencanaan Sistem Kebijakan Penelitian dan Pengkajian Bidang Unggul Lokal yang berdaya saing tinggi di kawasan Timur Indonesia . Diselenggarakan oleh Dikti kerjasama dengan UNHAS, Makassar, Agustus 2005.

 

0.3. RACHMAT WITOELAR

Menteri Lingkungan Hidup ke-7 yang memulai masa pengabdiannya tahun 2004 ini lahir di Tasikmalaya pada tanggal 2 Juni 1941. Pendidikan terakhir beliau adalah lulus strata-1 tahun 1979 dari jurusan Arsitekur Institut Teknologi Bandung. Sebelumnya, jenjang pendidikan yang dilaluinya adalah lulus sekolah menengah dari SMA Kanisius Jakarta tahun 1961, SMP Van Lith, Jakarta tahun 1958, dan SD Lagere School, Voorburg, Netherland tahun 1955.

Sebelum menduduki posisi sebagai menteri, beliau adalah Duta Besar Luarbiasa dan Berkuasa Penuh untuk Rusia, Kazastan, Turkmenistan dan Mongolia di tahun 1993-1997. Selain itu, juga berperan sebagai Direktur Perencanaan Arsitek, Intermatrix tahun 1997-1999, dan Direktur, Biro Arsitek dan Perencanaan ATTRIA tahun 1970-1980.

Di bidang politik, menjadi Anggota DPR-RI pada periode: 1971-1977, 1977-1983, 1983-1988, 1988-1993. Tahun 1976-1977 menjadi Ketua Komisi V DPR-RI yang Membidangi pekerjaan umum, perhubungan dan pariwisata, dan pada periode 1977-1978 menjadi Ketua Komisi VI yang membidangi industri, pertambangan dan penanaman modal.

Pada tahun 1978-1983, beliau adalah Sekretaris Fraksi Golkar. Memimpin delegasi DPR-RI ke sidang-sidang internasional IPU (International Parliament Union) sepanjang 1977-1990, dan AIPO (Asian Inter Parliamentary Organization) sepanjang 1983-1991.

Pengalaman berorganisasi di luar birokrasi yang dijalani adalah sebagai: Ketua Himpunan Arsitektur, ITB tahun 1963-1964, Ketua Dewan Mahasiswa, ITB Th 1965-1966, Ketua Presidium Kesamaan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) Bandung Th 1970, Dewan Pimpinan Pusat Golongan Karya (Golkar), Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, Keanggotaan (OKK) tahun 1983-1988, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Golkar tahun 1988-1993, Anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), sejak tahun 1970.

Pada tahun 1985, beliau mendirikan Persatuan Sarjana Arsitek Indonesia (PSAI), sebagai Ketua Persatuan Olahraga Selancar Indonesia (Porelasi) dijalani sejak tahun 1976, Sekertaris Jenderal Persatuan Olahraga Tenis Lapangan (PELTI) tahun 1983-1988, Ketua Bidang Pembinaan, PELTI tahun 1988-1993, Mendirikan Indonesia Council of World Affairs (ICWA), 1998-sekarang, Sekretaris Jenderal, Barisan Nasional (Barnas) tahun 1998, dan sebagai President Twenty-third session of the UNEP Governing Council, serta sebagai ketua delegasi Indonesia pada Ministerial Environment Forum tahun 2005-2007.

0.4. NABIEL MAKARIM

Nabiel Makarim yang lahir di Solo pada tanggal 9 Nopember 1945 adalah Menteri Lingkungan Hidup ke-6 pada periode 2001-2004 yang merintis kariernya secara internal mulai dari Asisten Menteri Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Kantor Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup, 1989-1992; dan Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (BAPEDAL), 1992-1999.

Selain itu, beliau adalah Anggota Pengurus Harian, Yayasan Lembaga Konsumen, 1979-1982, Pembina ADIYASA, perguruan tinggi dalam bidang teknis mesin dan teknik lingkungan hidup di Solo, Jawa Tengah, Anggota Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU), Direktur Eksekutif, Nusantara Lestari, Jakarta, Mengajar pada Program S2 di Universitas Indonesia untuk mata pelajaran Ekonomi Lingkungan (1986-1989), Analis Kebijaksanaan Pemerintah, Harvard International Institute for Development, 1987-1989, Kepala Bagian Perencanaan, Data, dan Riset, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, 1976-1983, Staf Quality Control, PT Danapaint, Jakarta, Pollution Control Officer, Broadmeadows Health Department, Victoria, Australia, 1973-1974, Pemegang Saham dan Design Engineer untuk perusahaan design peralatan pengendalian pencemaran air di Victoria, Australia, 1972-1974, dan Assistant Plant Engineer, Mount Isa Mines, Queensland, Australia, 1972.

Gelar Master of Science in Management (MSM), Massachusetts Institute of Technologi (MIT), Massachusetts, Amerika Serikat, dengan konsentrasi bidang studi International Business, 1985, Master in Public Administration (MPA), Harvard University, Massachusetts, Amerika Serikat, dengan konsentrasi bidang studi International Trade, 1984, Pendidikan non-degree di Harvard University, Massachusetts, Amerika Serikat, dalam bidang ekonomi dan politik, 1986, Diploma Engineering Chemical (Dipl. Eng. Chem.), Swinburne College of Technology, Victoria, Australia, 1974, Institut Teknologi Bandung (ITB), menyelesaikan materi pelajaran semester satu dan dua di Bagian Tambang, sebelum menerima beasiswa untuk belajar di Australia;

Pendidikan informal yang pernah dijalani beliau adalah: Salmonella Detection in Food, training di Hawkesbury Agricultural College, New South Wales, 1973, MINAUT: Training di bidang pengambilan keputusan di LPPM, Jakarta, 1977, Manajemen Keuangan Untuk Manajer Bukan Keuangan, training di LPPM, Jakarta, 1981, berbagai training dalam bidang pelestarian lingkungan hidup di Amerika Serikat, Belanda, Jerman dan Australia, 1979-1988, dan LEMHANNAS, Kursus Singkat Angkatan VI, 1996.

0.5. ALEXANDER SONNY KERAF

Menteri Lingkungan Hidup ke-5 periode 1999-2001 ini lahir di Lamena-NTT tanggal 1 Juni 1958. Menyelesaikan pendidikan strata-1 pada Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara tahun 1988, strata-2 dan strata-3 pada Highet Institute of Philosophi Katholieke, Universiteid Leuven-Belgia pada tahun 1992.

Selain itu, beliau adalah Staf Pusat Pengembangan Etika dan Staf Pengajar Universitas Atmajaya sejak tahun 1988, dan Anggota Dewan Etika Indonesia Corruption Wathch. Pengalaman lain beliau adalah sebagai Staf Editor pada Penerbit Yayasan Obor Indonesia tahun 1985-1988.

Di bidang karya ilmiah, tulisan-tulisan beliau yang pernah diterbitkan antara lain: Pragmatisme Menurut William James (Kanisius-1985), Etika Bisnis (Kanisius, 1991), Pasar Bebas, Keadilan dan Peran Pemerintah, Telaah Atas Etika Politik Adam Smith (Kanisius, 1996), dan Hukum Kodrat dan Teori Hak Milik Pribadi (Kanisius, 1997).

0.6. PANANGIAN SIREGAR

Panangian Siregar menjadi Menteri Negara Lingkungan Hidup mulai 23 Mei 1998. Menteri Lingkungan Hidup ke-empat ini lahir di Tanjung Pinang pada tanggal 23 Mei 1936. Beliau adalah sarjana kedokteran dari Universitas Sumatera Utara tahun 1963. Selain mengikuti berbagai training, di antaranya adalah Penataran P-4 di tahun 1979, beliau juga mengikuti KSA-IV Lemhannas pada tahun 1994.

Sebelum menjadi Menteri Negara Lingkungan Hidup, beliau adalah Kepala Dinas Kesehatan merangkap Direktur Rumah Sakit Umum Sidikalang, Kabupaten Dairi-Sumut tahun 1964-1967. Tahun 1967-1968 menjadi Wakil Pengawas/Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara, dan pensiun dari PNS pada 11 Mei 1992.

Karier politiknya dimulai sebagai Ketua Golongan Nasionalis dan menjadi Anggota DPRD-GR Sumut di tahun 1967-1971 dan sejak 1971-1981 atau dalam 2 periode pemilihan umum menjadi Ketua Fraksi PDI DPRD Sumatera Utara sebelum menjadi Anggota DPR/MPR-RI di tahun 1982-1987.

Sederet karier politik lainnnya di lingkungan legislatif, di antaranya adalah: Wakil Ketua Fraksi PDI DPR-RI tahun 1982-1987, Wakil Sekretaris Fraksi PDI MPR-RI tahun 1982-1987, Wakil Ketua Komisi VII DPR-RI tahun 1982-1987, Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara tahun 1987-1992, Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Anggota MPR-RI tahun 1992-1997, Tim Asistensi Pimpinan Badan Pekerjaan MPR-RI tahun 1995-1997, Wakil Ketua PANWASLAKPUS (LPU-Pemilu 1997 dan 1995). Di tahun 1997, beliau menjabat sebagai Anggota DPR/MPR-RI, Wakil Ketua FPDI DPR/MPR-RI, dan Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI.

0.7. JUWONO SUDARSONO

Juwono Sudarsono adalah menteri ke-3 yang memimpin lembaga pengelola lingkungan hidup dalam waktu yang relatif singkat dalam tahun 1998. Lahir di Ciamis-Jawa Barat pada 5 Maret 1942. Beliau menyelesaikan gelar doctorandus di Universitas Indonesia pada tahun 1965. Tahun 1968, gelar Dpl. on International Law Academy Den Haag-Netherland. Pada tahun 1970, beliau menyelesaikan pendidikan di University of California-Berkeley. Sedangkan gelar Ph.D. diraih melalui London School of Economic and Political Science tahun 1978.

Karier di bidang akademis dimulai sebagai Asisten Ahli pada FISIP-UI mulai tahun 1968. Secara berjenjang di tahun 1971-1988 beliau menjadi Lektor Madya pada lembaga pendidikan yang sama. Karier selanjutnya di FISIP-UI berturut-turut adalah sebagai Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan tahun 1971-1973, Ketua Jurusan tahun 1973-1975, Pembantu Dekan Bidang Akademik tahun 1978-1981, Ketua Jurusan Hubungan Internasional tahun 1985-1988, dan menjadi Dekan FISIP-UI tahun 1988-1994. Sementara itu, beliau juga menjadi Peneliti Tamu Ilmu Politik pada Georgetown University-Washington DC tahun 1985 dan sebagai Guru Besar Tamu jurusan Hubungan Internasional pada Columbia University-New York di tahun 1986.

Sebagai tenaga akademik di lingkungan birokrasi, beliau menjadi Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Departemen Pertahanan dan Keamanan pada tahun 1995.

Aktivitas beliau di bidang organisasi antara lain sebagai anggota Korps Pegawai Republik Indonesia, Golongan Karya, Asosiasi Ilmu Politik Indoneia, Anggota Dewan Penasehat CIDES/ICMI, Dewan Penasehat Indonesian Council on World Affairs (ICWA) Jakarta, International Institute for Strategic Studies-London dan Utusan Golongan dari Fraksi Karya Pembangunan pada MPR-RI tahun 1997-2002.

0.8. SARWONO KUSUMAATMADJA

Sarwono Kusumaatmadja adalah menteri ke-2 yang memimpin lembaga lingkungan hidup. Lahir di Jakarta pada 24 Juli 1943. Menyelesaikan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung pada tahun 1974 dengan gelar insinyur.

Sebelum menjadi Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Kabinet Pembangunan VI di tahun 1993-1998, beliau adalah Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada Kabinet Pembangunan V tahun 1988-1993. Sedangkan karier menonjolnya di bidang politik dimulai ketika beliau menjadi anggota DPR-RI pada tahun 1971-1988, Anggota MPR tahun 1988 dan sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Golongan Karya (GOLKAR) pada tahun 1983-1988. Selain itu, beliau juga pernah menjadi Manggala BP-7 di tahun 1984 dan Ketua PELTI Bidang Organisasi di tahun 1986.

0.9. EMIL SALIM

Emil Salim dapat dikatakan sebagai perintis yang membidani lahirnya lembaga pengelola lingkungan hidup di Indonesia. Sampai saat ini, beliau memiliki masa pengabdian terpanjang sebagai Menteri Lingkungan Hidup, yaitu sejak 1978-1993 atau selama 3 periode.

Emil Salim lahir di Lahat-Sumatera Barat pada 8 Juni 1930. Beliau menyelesaikan Doctorandus Ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1958, dan gelar Master of Arts diraih pada tahun 1962 di Universitas Berkeley Amerika Serikat. Dua tahun kemudian, tepatnya 1964, beliau menyelesaikan Gelar Ph.D di universitas ini dengan disertasi: Institutional Structure and Economic Development.

Berbagai karier yang ditekuni Emil Salim antara lain sebagai Instruktur pada Fakultas Hukum dan Ilmu sosial Universitas Nasional Jakarta tahun 1956-1959. Pada tahun 1964-1972, beliau menjadi pengajar pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, hingga meraih gelar Profesor pada tahun 1972. Pada tahun 1966, beliau juga menjadi pengajar pada SESPIM-ABRI di Bandung.

Karier politik yang dijalani adalah sebagai anggota DPR-MPR pada periode 1966-1968 dan 1972-1977. Pada tahun 1977-1982, beliau menjadi anggota DPR mewakili Sumatera Barat, dan mewakili Riau di 1982-1987, Beliau juga menjadi wakil masyarakat Sulawesi dari Golkar yang duduk di DPR-RI pada periode 1983-1998.

Karier beliau di bidang birokrasi dimulai sejak menjadi Deputi Bappenas pada tahun 1970-1971, dan menjadi Wakil Ketua Bappenas tahun 1971-1973. Karier sebagai Menteri dimulai pada tahun 1973-1978 sebagai Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara/Wakil Ketua Bappenas pada Kabinet Pembangunan II. Pada Kabinet Pembangunan III, beliau menjadi Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup di tahun 1978-1983. Beliau juga mendapat kepercayaan untuk memimpin Kantor Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup pada Kabinet Pembangunan IV dalam periode 1983-1988, yang dilanjutkan pada periode Kabinet Pembangunan V tahun 1988-1993.

Di kancah internasional, Emil Salim mendapat kepercayaan dari United Nations Environment Programme (UNEP) menjadi President Governing Council tahun 1984-1987. Pada periode yang sama juga menjadi anggota dari World Commission on Environment and Development-UNEP. Sedangkan di tingkat regional beliau pernah menjadi Vice President Advisory Committee on Population of the Sea (ACOPS) for South East Asia.

Sumber:

Buku Profil Kementerian Negara

Lingkungan Hidup.

 

Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor