KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Tuktuk Siadongon (Kabupaten Samosir), 18 September 2008
kader_kalpa.jpgSebanyak 150 orang kader lingkungan mewakili 121 desa dan 8 kecamatan di Kabupaten Samosir yang dikukuhkan  Deputi VI KNLH tahun 2007 mendapat pelatihan penguatan kapasitas kader lingkungan dari  para penerima Kalpataru.

Para kader lingkungan juga mendapat stimulan bibit dan benih pohon dari Kementerian Negara Lingkungan Hidup guna mendukung gerakan penenanaman pohon di sekitar ekosistem Danau Toba. Kegiatan ini berlangsung di Tuktuk Siadongon, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara tanggal 18 September 2008.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Revitalisasi Peran Penerima Kalpataru di Kabupaten Samosir yang diikuti oleh 200 orang, terdiri dari 150 kader lingkungan dan  50 undangan.

Para undangan terdiri dari: Bupati dan unsur Muspida Kabupaten Samosir, Wakapolres Samosir, penerima Kalpataru Propinsi Sumatera Utara, LSM Pencinta Lingkungan (PILIHI), Bank Pohon Provinsi Sumatera Utara, PKK, dinas terkait, 8 camat,  dan para petugas penyuluh lapangan.

Pada kesempatan itu juga dibentuk Forum Komunikasi Kader Lingkungan sebagai wadah komunikasi para kader dan mitra lingkungan. Seperti halnya pelaksanaan  kegiatan yang sama tahun 2007, dalam kegiatan ini dilakukan penanaman 350 pohon hasil okulasi yang terdiri dari pohon mangga, durian, asam glugur, rambutan, melinjo dll.

Selain itu juga dibagikan  200.000 benih pohon sengon kepada kader lingkungan untuk mendukung kegiatan pembibitan di Kebun Bibit Desa di 8 Kecamatan.

kader_kalpa2.jpgMasyarakat Samosir sesungguhnya sangat membutuhkan  bibit pohon produktif untuk ditanam, seperti mangga, asam glugur, kemiri, jeruk purut, dan kayu-kayuan, demikian  masukan dari Bupati Samosir, Mangindar Simbolon.

Lebih lanjut disebut, bahwa kegiatan yang memberi manfaat ekonomi di samping pelestarian lingkungan sangat efektif dan akan mendapat dukungan dari masyarakat. Sebaiknya pembangunan ekonomi dan lingkungan harus sejalan, tidak berbenturan, demikian arahan Bupati Samosir.

Terkait dengan itu, dalam pelatihan penguatan kapasitas kader lingkungan mengambil materi tentang teknik penangkaran  tumbuhan oleh Paris Sembiring untuk mendukung keberadaan 8 Kebun Bibir yang tersebar di  setiap kecamatan.

Materi lainnya adalah  pengembangan ekowisata oleh Marandus Sirait, seorang penerima Kalpataru yang sukses mengembangkan  ekowisata di Taman Eden 100 Kab. Toba Samosir. Materi lain berupa pengetahuan tentang pengelolaan lingkungan hidup oleh Bupati Samosir dan Peran Kader Lingkungan dari KNLH.

Dari diskusi yang berkembang, muncul berbagai keluhan dan laporan menyangkut tentang keterlibatan masyarakat dalam proses AMDAL, peningkatan pemahaman lingkungan dan sosialisasi peraturan perundangan di bidang  lingkungan hidup, pembiayaan  kegiatan kader lingkungan dan  pembiayaan perawatan pohon.

Saran penting dari kader lingkungan antara lain perlunya pemanfaatan bibit pohon dari Kebun Bibit Desa untuk memenuhi permintaan berbagai program penghijauan.***

Sumber:
Asdep Urusan Masyarakat Pedesaan , Deputi VI
Ged. B Lantai 5 Kementerian Negara Lingkungan Hidup
Jl. D.I. Panjaitan, Kebon Nanas, Jakarta Timur 13410
Telp (021) 8520392; Faks. (021) 8580087
E-mail:
kalpataru@menlh.go.id