The 5th Project Steering Committee Meeting Marine Electronic Highway (MEH) Demonstration Project

Jakarta, 6 Juni 2010. Hari ini, Deputy Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Lingkungan dan Perubahan Iklim, Ir. Arief Yuwono, MA, membuka pertemuan The 5th Project Steering Committee Meeting Marine Electronic Highway (MEH) Demonstration Project. Pertemuan ini akan berlangsung dari tanggal 6 – 8 Juni 2012 di Jakarta. Marine Electronic Highway Demonstration Project (MEH Project)  [...]

6 Jun 2012 09:12 WIB

Jakarta, 6 Juni 2010. Hari ini, Deputy Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Lingkungan dan Perubahan Iklim, Ir. Arief Yuwono, MA, membuka pertemuan The 5th Project Steering Committee Meeting Marine Electronic Highway (MEH) Demonstration Project. Pertemuan ini akan berlangsung dari tanggal 6 – 8 Juni 2012 di Jakarta.

Marine Electronic Highway Demonstration Project (MEH Project)  merupakan kegiatan yang disponsori oleh Global Environtment Facility (GEF) dan International Bank for Reconstruction and Development (IBRD). Project ini melibatkan 3 negara (Indonesia, Malaysia dan Singapura) dengan International Maritime Organization (IMO) dan bekerja sama dengan International Hydrographic Organizationt (IHO), International Chamber of Shipping (ICS) dan International Association of Tanker Owners (INTERTANKO).

Kegiatan MEH di Selat Malaka dan Selat Singapura yang merupakan Pilot Project dari IMO ini memiliki 3 (tiga) komponen utama yaitu :

  • Perlindungan lingkungan    (environmental protection).
  • Keselamatan lalu lintas laut   (safety of navigation).
  • Keberlanjutan pendanaan    (sustainable financing).

MEH di Selat Malaka dan Selat Singapura ini menggunakan aplikasi utama peta navigasi elektronik (Electronic Navigation Chart) sebagai basis peta dan ditampilkan pada Electronic Chart Display and Information System (ECDIS) dengan membangun sebuah sistem jaringan elektronika (AIS : Automatic Information System). Manfaat dari MEH sistem ini adalah membantu kapal-kapal yang terintegrasi dengan sistem ini dalam lalu lintas pelayaran di Seklat Malaka dan Singapura. Indonesia mendapat bantuan peralatan keselamatan pelayaran (aid to navigation) yang terintegrasi dalam satu sistem yang dipasangkan di pesisir dan perairan Iyu Kecil, Nongsa dan Tanjung Medang. Proyek ini juga membangun MEH Data Center IT System sebagai pusat pengattur data dan informasi lalu lintas pelayaran yang akan memberikan informasi kepada kapal-kapal yang telah mempunyai sistem terintegrasi dengan Center untuk lalu lintas pelayaran di Selat Malaka dan Singapura.  MEH Data Center IT System juga ditempatkan di wilayah Indonesia, yaitu di kantor Stasiun Radio Pantai/SROP, milik Ditjen Hubla), Batam.

Kerja sama ini telah jadi kesepakatan Government to Government dengan di tanda tanganinya  MEH-MOU dan MEH-MOA pada 8 September 2005. National Focal Point untuk Indonesia adalah Kementerian Lingkungan Hidup, untuk Malaysia adalah Jabatan Laut (Marine Department) sedangkan untuk Singapura adalah MPA (Marine Port Authority).

Kegiatan MEH terbagi dalam 2 (dua) tahap utama

  • Tahap demonstrasi.
  • Tahap implementasi.

MEH Demonstration project ini efektif dimulai dari 2009 dan direncanakan  selesai pada November 2011. Namun, karena beberapa kegiatan belum selesai dilaksanakan, maka proyek akan berakhir pada Juni 2012. Kegiatan ini di Indonesia melibatkan instansi pemerintah yaitu :

  • Kementerian Lingkungan hidup (sebagai national focal point atau leading sector)
  • Kementerian Perhubungan, Ditjen Hubla (implementing agency di Indonesia)
  • Kementerian Luar Negeri
  • TNI AL (Dishidros)
  • Ditjen Bea dan cukai
  • Instansi pendukung lainnya: LIPI, BMKG, BAKOSURTANAL, BAKORKAMLA

Pada Tahap MEH Demonstrasi di Selat Malaka dan Singapura ini telah dan sedang dilakukan kegiatan utama yaitu:

  • Survei Hidrografi telah dilakukan di area TSS One Fathom Bank.
  • Pembangunan Electronic Navigational Chart untuk area TSS dan beberapa pelabuhan terdekat.
  • Pembangunan stasiun Automatic Identification System (AIS) dan Stasiun Differential Global Position Satelite (DGPS), sedang dilaksanakan di Iyu Kecil, Tanjung Medang dan Nongsapura.
  • Pengembangan sistem informasi pasang surut serta dinamika laut, dengan pemasangan Automatic Tide Gauge dan Sistim Buoy, sedang dilaksanakan di Iyu Kecil, Tanjung Medang dan Nongsapura
  • Pembangunan MEH Data Center IT System dipusatkan di kantor Stasiun Radio Pantai (SROP), Batam.

Pembangunan sistem di kapal yang terintegrasi dengan MEH Data Center IT System diperlukan  untuk mendorong penyamaan sistem oleh kapal dengan menggunakan Electronic Chart Display and Information System (ECDIS). Diharapkan kapal-kapal besar (terutama kapal tanker) yang melalui Selat Malaka dan Singapura membangun sistem ini untuk keselamatan pelayaran dan perlindungan lingkungan di area tersebut.

Ketiga negara pantai akan menyiapkan kesepakatan bersama dalam forum PSC setelah proyek berakhir terkait dengan masalah manajemen, monitoring, dan mekanisme pendanaan untuk MEH Sistem di Selat Malaka dan Singapura.

Informasi lebih lanjut :

Ir. Arief Yuwono, MA,  Deputy Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Lingkungan dan Perubahan Iklim

 

Kerjasama

  • Luar Negeri
  • Dalam Negeri
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
    • sponsor
Sex izle Film izle Hd Film izle Seo Danışmanı