KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

"Siapa
nama Ibu? Apa tujuan Ibu datang ke Palangkaraya?", demikian pertanyaan Nyalum
Menteng
, pemuka adat Dayak kepada Ir. Sri Hudyastuti, Staf
Ahli Menteri negara Lingkungan Hidup Bidang Ekonomi dan Lingkungan
di
pintu gerbang Lapangan Olah Raga "Sanaman
Mantiker" ,
Palangkaraya. Setelah dianggap memberikan jawaban
yang memuaskan, Ibu Sri dipersilahkan untuk menggigit mandau dan segera memotong
batang kayu jelutung. Jika kayu tersebut belum dapat dipotong, maka Ibu Sri dan
rombongan KLH tidak dapat memasuki lokasi.

Untungnya
dengan bantuan dari anggota rombongan, batang kayu tersebut dapat dipotong.
Sesudah meminum sesloki tuak, rombongan dapat melewati gerbang yang terbuat dari
janur dan diberi pupur (bedak) sebagai bagian dari ritual ‘tepung tawar’. Hal
tersebut mengakhiri seluruh rangkaian upacara adat ‘Potong Pantan’ sebagai
ucapan selamat datang. 

Upacara
tersebut mengawali acara pencanangan "The Children Forest Program"
yaitu program inovatif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam
mengatasi masalah lingkungan di Palangkaraya. Kegiatan ini bertujuan untuk
meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat melalui program rehabilitasi
lahan kritis, konservasi, penghijauan dan pendidikan lingkungan. Pada tahap ini
kegiatan ditargetkan untuk siswa SD dan SMP dari 11 (sebelas) sekolah.
 

Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah :

  1. Pendidikan lingkungan berupa orientasi lapangan, mengenal kawasan hutan
    kota, mengenal lahan kritis, mengenal teknik penanaman dll.
  2. Melakukan penanaman clan pemeliharaan pohon dan buah-buahan lokal di
    sekolah masing-masing.
  3. Penanaman dan penghijauan di ruang publik, seperti
    lapangan olah raga, sempadan jalan.

Penetapan
sekolah-sekolah yang terlibat dalam CFP ini ditetapkan berdasarkan SK Walikota
Palangkaraya. Monitoring clan evaluasi akan dilakukan setiap 6 (enam) bulan oleh
Walikota dan jajarannya, serta akan diberlakukan sistim insentif dan
disinsentatif bagi sekolah yang paling baik dan paling buruk kinerjanya.

Selanjutnya
dilakukan pembagian bibit pohon secara simbolis kepada perwakilan sekolah dan
pelepasan burung merpati. Acara pencanangan pagi itu diakhiri dengan
bersama-sama melakukan tarian Manasai, atau tari pergaulan khas Kalimantan
Tengah.

Pada
tanggal 1 April 2005, kegiatan dilanjutkan dengan melakukan orientasi lapangan
di kebun bibit "Indi Group" yang merupakan salah satu pendukung
kegiatan CFP. Selain mengenal kebun bibit, mengenal jenis tanaman, jenis lahan,
teknik penanaman dan pemeliharaan tanaman, para siswa juga melakukan diskusi
dengan KLH,Walikota dan jajarannya.

Sesudah melakukan penanaman secara simbolis oleh wakil dari semua
institusi, dilakukan lomba gambar dan lomba inventarisasi jenis tanaman yang ada
di kebun bibit tersebut. Acara diakhiri dengan pemberian hadiah bagi para juara.

Kemeriahan acara pencanangan `The Children Forest Program’ dan orientasi
lapangan telah selesai dilakukan, namun tugas besar Menghijaukan Bumi
Palangkaraya masih menunggu untuk segera dilaksanakan dalam rangka meningkatkan
kualitas lingkungan kota Palangkaraya. (srs)




Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi:

Asisten Deputi Masyarakat Perkotaan
Gedung B Lantai 5 Kementerian Lingkungan Hidup
021 858 0087/85911211

e-mail : thm@menlh.go.id
atau srs@menlh.go.id