KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Pada tanggal 23 – 27 November 2009  di Philippines International Convention Center, Manila telah dilangsungkan The 3rd East Asian Seas (EAS) Congress (Kongres Kelautan se-Asia Timur ke-3). Kongres tersebut merupakan agenda tiga tahunan dari Partnership in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA). Perwakilan negara  dan undangan yang hadir terutama berasal dari negara anggota PEMSEA seperti: Kamboja, DPR Korea, Indonesia, Malaysia, Republik Cina, RO Korea, Thailand, Vietnam dan Philippina.

Kongres pertama pada tahun 2003 berlangsung di Putrajaya, Malaysia dan yang kedua dilaksanakan di Haikou, China pada Tahun 2006. Mengikuti sukses dari 2 kongres sebelumnya, kongres tahun ini mengusung tema "Partnerships at Work: Local Implementation and Good Practices". Tahun ini ditujukan sebagai pertemuan intelektual antara pemerintah dan lembaga non pemerintah terkait dengan masalah pesisir dan kelautan, pendekatan inovatif, kebijakan dan teknologi, pembelajaran dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan pesisir dan laut secara terpadu. 

Rangkaian kegiatan The East Asian Seas Congress ke- 3  adalah:

  1. The Third Ministerial Forum dan Senior Official Government Meeting (SGOM) . Merupakan pertemuan para Menteri atau perwakilan negara anggota PEMSEA untuk menyampaikan laporan tentang arahan kebijakan dan implementasi pengelolaan pesisir secara terpadu di negara masing-masing.    Indonesia diwakili oleh Deputi Bidang Peningkatan Konservasi SDA dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Asisten Deputi Urusan Pengendalian Kerusakan Pesisir dan Laut. Selama berlangsungnya acara tersebut Deputi telah menandatangani deklarasi dan kesepakatan dengan tujuh negara lainnya.  Kesepakatan tersebut antara lain:
    • Deklarasi Manila.  Deklarasi yang ditandatagani delapan negara anggota dalam rangka  memperkuat implementasi pengelolaan pesisir terpadu untuk pembangunan berkelanjutan dan adaptasi perubahan iklim di wilayah Laut Asia Timur 
    • The Memorandum of Understanding between Government of Indonesia PEMSEA. Perjanjian antara PEMSEA dengan Pemerintah Indonesia (dalam hal ini oleh Kementrian Lingkungan Hidup) tentang implementasi  proyek pembangunan pesisir secara berkelanjutan (2009-2011)
    • Legal Personality. Kesepakatan tentang kapasitas hukum PEMSEA dalam pelaksanaan proyek di masing-masing negara. 
  2. Kongres Internasional (International Workshop).  
  3. The PEMSEA Network of Local Governments for Sustainable Coastal Development (PNLG).  Merupakan kunjungan ke Provinsi Bataan, Philippina. Tujuan dari kunjungan ini sebagai pembelajaran  advokasi bagi pemerintah daerah terutama untuk menyadari pentingnya mempromosikan ICM sebagai kerangka pengelolaan yang efektif untuk mencapai pembangunan pesisir berkelanjutan.
  4. Exhibition on Good Practices and Innovative Technologies. Merupakan pameran dari negara-negara anggota PEMSEA tentang teknologi dan kegiatan dalam pembangunan wilayah pesisir.
  5. Pada kongres ini dilaksanakan juga The 2nd Youth Forum, sebagai sarana pembelajaran bagi generasi muda terhadap peranserta mereka dalam pengelolaan pesisir dan laut secara terpadu, termasuk isu perubahan iklim.  Harapan lainnya adalah sebagai sarana untuk mendapatkan pengetahuan berharga saat kembali ke negara masing-masing. Pada 2nd Youth Forum ini, peserta dari Indonesia berjumlah empat orang, yang berasal dari Sukabumi, Manado, Bogor dan Jakarta.

eas_MANILA.jpg

(Ket foto: Delapan Negara yang menandatangani Legal Personality, 26 November 2009, Indonesia diwakili Oleh Ibu Masnellyarti Hilman (Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Peningkatan Konservasi Sumberdaya Alam dan Pengendalian Kerusakan Lingkungan)

Point penting yang disepakati pada deklarasi Manila, antara lain:

  • Menyadari pentingnya peran pesisir dan laut dalam pembangunan perekonomian, dan pencapaian UN Millenium Development Goals secara regional.  Untuk itu, perlu melanjutkan usaha untuk mewujudkan implementasi