KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Pekanbaru (ANTARA News) – Rektor Universitas Islam Riau (UIR), Prof Dr Detri Karya, berpendapat dunia telah berprilaku tidak adil dengan hanya membebankan tanggung jawab kepada Indonesia untuk memperbaiki kerusakan lingkungan.

Pernyataan itu disampaikan Detri Karya sesaat sebelum melakukan penanaman pohon dari 2.500 pohon yang diserahkan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di halaman kampus UIR, di Pekanbaru, Rabu.

“Tidak `fair` jika hanya Indonesia saja yang bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan yang telah mengakibatkan terjadinya perubahan iklim dunia,” ujar Detri, didampingi Direktur RAPP, Rudy Tianda dan akademisi UIR.

Menurutnya, dunia juga harus bertanggung jawab karena masalah kerusakan lingkungan yang terjadi dewasa ini terus berakumulasi yang dampaknya dirasakan secara merata di belahan negara manapun.

Satu-satunya upaya yang bisa dilakukan dunia untuk mencegah terjadinya perubahan iklim yang menuju ke pola cuaca ekstrim, hanya dengan melakukan penghijauan kembali.

Indonesia yang masih memiliki kawasan hutan terbesar di dunia telah berkomitmen menurunkan emisi karbon 26 persen dan melakukan moratorium hutan sebagai bagian dari skenario Reducing Emission Deforestasion and Degradation (REDD).

Beberapa tahun terakhir pemerintah Indonesia juga telah melakukan berbagai gerakan penghijauan seperti melalui berbagai program seperti “Menanam Satu Juta Pohon”, kemudian “Kecil Menanam Besar Memanen”, hingga “Menanam Satu Miliar Pohon”.

“Indonesia telah berbuat. REDD bukan hanya tanggung jawab negara berkembang seperti Indonesia, tetapi juga negara-negara maju dalam pengurangan emisi sehingga memperlambat perubahan iklim,” katanya.

Direktur RAPP, Rudy Tianda, menambahkan, dalam kegiatan itu pihaknya menyumbang 2.500 pohon yang terdiri 1.500 pohon eucaliptus dan 1.000 pohon pulai untuk ditanam di area kampus UIR.

Perusahaan raksasa nasional penghasil pulp dan kertas yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan, Riau itu tidak hanya memberikan pohon, tetapi juga pupuk sebagai

“Penanaman pohon ini merupakan tanggung jawab moral perusahaan dalam mensinergikan lingkungan dan kegiatan ekonomi, sekaligus mendukung program menanam satu miliar pohon yang dicanangkan pemerintah,” jelasnya.(*)

(T.M046/B012/R009)

Sumber:
AntaraNews.com
Rabu, 13 Oktober 2010 22:06 WIB