KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Menteri Negara Lingkungan Hidup, Ir. Rahmat Witoelar, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Dr. Meutia Hatta Swasono, dan Menteri Pekerjaan Umum, Ir. Joko Kirmanto melakukan kunjungan kerja pada tanggal 5 – 6 April 2005 ke wilayah Sulawesi Selatan.

Dalam kegiatan kunjungan kerja tersebut berbagai kegiatan dilakukan, antara lain: Peresmian Museum Kars, Penanaman pohon (tanaman langka dan mangrove/bakau), semiloka Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dalam Pembangunan Berkelanjutan serta tinjauan ke Danau Tempe.

Danau Tempe seperti diketahui dahulu adalah sentra terpenting perikanan air tawar di Indonesia – bahkan pada sekitar tahun 1960-an Danau Tempe karena begitu melimpah ruahnya hasil ikan mendapat julukan “mangkuk ikan Indonesia�. Akan tetapi lambat laun, seiring dengan berjalannya waktu serta akibat dari berbagai faktor seperti rusaknya daerah hulu, terdesaknya wilayah danau akibat permukiman, serta alih fungsi lahan yang tak terkendali menjadikan wilayah Danau Tempa semakin ‘merana’.

Danau Tempe sangat unik, danau ini merupakan muara dari berbagai sungai besar dan kecil antara lain WalanaE, Bila, Belokka, Batu-batu dan Lawo. Luas daerah pengaliran seluruh sungai (DPS tersebut tak kurang dari 6.148 km2 dan meliputi 6 kabupaten, yaitu Wajo, Sidrap, Soppeng, Enrekang dan Maros. Beban hidrologi dari berbagai sungai itu Danau Tempe hanya disanggah oleh sungai CenranaE, satu-satunya saluran pembuangan air danau menuju teluk Bone.

Kondisi yang demikian menjadikan luasan danau Tempa ini selalu berubah-ubah tergantung musim. Jika musim hujan, debit air meningkat dan bahkan meluap – akan tetapi jika musim kemarau berlangsung panjang, danau tempe nyaris kering sama sekali dan luas perairannya menyempit. Perubahan situasi di danau tempe juga telah menjadi ‘penderitaan’ tersendiri bagi warga yang menggantungkan hidupnya pada danau Tempe ini.

Waktu terus berjalan, akan tetapi belum ada tindakan yang holistik dan cukup berarti untuk menyelamatkan kondisi danau Tempe kembali mempunyai daya dukung dan daya tampung terhadap lingkungan sekitar khususnya dan Indonesia umumnya. “MARI TUMBUHKAN KEMITRAAN UNTUK SELAMATKAN DANAU TEMPE’.

Informasi lebih lanjut :
• Asdep Urusan Informasi
Drs. Rasio Ridho Sani, M.Com, MPM
Telp. (21) 8580081