KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

uskup.jpgSabtu pagi 11 Agustus 2007, di Katedral Bandung terlihat ramai dan meriah dengan berbagai kesibukan persiapan perhelatan peringatan tiga per empat Abad Keuskupan Bandung. Dari segala umur ikut andil untuk memeriahkan acara ini, dari Play Group, TK, SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, ibu rumah tangga, frather dan beberapa relawan, antusias ikut serta mengisi acara yang sarat dengan nuansa pelestarian alam.

Pada kesempatan tersebut Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan, Deputi VI KNLH, yang memiliki program Pemberdayaan Masyarakat Komunitas Keagamaan membagikan tas kain dalam upaya mengajak seluruh hadirin untuk mengganti penggunaan tas plastik dan memberikan sertifikat kepada pemenang lomba. Sedangkan pihak Keuskupan membagikan bibit pohon kepada seluruh pengunjung yang berjumlah sekitar seribu orang.


Sebenarnya acara ini merupakan puncak sekaligus penutupan dari rangkaian kegiatan menyambut peringatan tiga per empat abad Keuskupan Bandung, Keuskupan Bandung sendiri adalah struktur formal (hirarki) Gereja Katolik yang mewadahi kawasan Priangan Timur (meliputi kota dan kabupaten seperti : Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Subang, Cimahi dan lain-lain).

Rangkaian kegiatan telah dilaksanakan sejak satu tahun yang lalu. Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kesadaran lingkungan, kampanye, pendidikan lingkungan telah dilakukan oleh pihak Keuskupan dibantu oleh relawan biasanya oleh pemuda-pemudi Katolik. Acara ini mempunyai pesan yang unik tapi bagus dan realistis, yaitu ZERO WASTE EVENT (event pertama di Indonesia yang tidak menyampah), dengan moto Mari Bangkit dan Berubah Agar Bumiku Lestari. Umat Katolik khususnya di lingkungan Keuskupan Bandung diharapkan mau bangkit dan berubah, berubah tingkah laku untuk lebih mencintai bumi, tingkah laku yang ramah lingkungan.

Hadir pula pada acara ini Duta Besar Vatikan, yang sekaligus memberikan pelayanan Misa di Katedral.

Sementara Asdep 3-VI KNLH dalam sambutannya berpesan semoga acara ini berkesinambungan, yang penting bukti nyata, dan event tanpa sampah akan menjadi kebiasaan pada setiap kegiatan tidak hanya oleh umat Katolik tetapi oleh semua masyarakat Bandung dan sekitarnya.

Sementara pihak panitia peringatan, mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin, yang sangat berpartisipasi dalam mendukung seluruh acara, sehingga moment yang sangat berarti ini lebih bermakna.