KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

KOTA BEKASI- Kisruh antara warga dengan PT Prakarsa Alam Sejahtera (PAS) terkait limbah yang mengganggu mulai menemukan titik terang. Pasalnya, Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi sepakat membuat tim independen guna mengusut dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan perusahaan tersebut. Tim ini bertugas menelusuri kebenaran air limbah berbahaya yang dibuang perusahaan.
Karena itu, masyarakat sekitar pabrik keberatan atas rencana pembangunan dua gudang baru pabrik tepung terigu tersebut. Lantaran dikhawatirkan bakal makin terjadinya pencemaran. Kepala BPLH Kota Bekasi, Dudi Setyabudhi mengatakan, tugas dari tim independen ini akan menganalisa buangan limbah industri pabrik itu. “Kalau memang mengandung racun maka akan ditindak tegas,” terangnya kemarin.


Dia menambahkan, warga keberatan pembuangan limbah cair olahan produksi perusahaan itu lantaran baunya tidak sedap. karena itu, pelebaran pabrik PT Bumi Alam Segar (BAS) satu group dengan PT PAS seluas 22 hektar ditentang warga. Karena warga khawatir proyek itu akan makin membuat daerahnya tercemar polusi udara berupa bau yang menyengat.
“Kami berfungsi memediasikan dan mendampingi warga yang terlibat dalam tim independen,” cetusnya lagi. Sebelumnya, warga Boulevard Hijau Medan Satria, berdemonstrasi menolak perluasan pabrik mie instan tersebut, karena merugikan warga. Sementara itu, anggota komisi B DPRD Kota Bekasi, Sudirman meminta agar pengecekan limbah cair yang dibuang PT PAS dilakukan dengan serius karena merugikan warga. Apalagi, warga mengatakan limbah yang dibuang perusahaan itu sangat kotor. tapi dia juga meminta agar tenaga kerja diperusahaan itu diperhatikan juga. (dny)

Sumber:
Indo Pos
Rabu, 05 Mei 2010
Halaman 12