KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, Kamis, 23 Maret 2006. Untuk melihat sejauh-mana kinerja pengelolaan lingkungan PT. Freeport Indonesia (FI), Kementerian Lingkungan Hidup bersama dengan Pemerintah Provinsi Papua, dan Pemerintah Kabupaten Mimika telah melakukan pemantauan penaatan dan kualitas lingkungan di wilayah penambangan PT. FI. Pemantauan lingkungan ini dilakukan pada tanggal 9 – 24 Pebruari 2006 dengan tim pemantau berjumlah 24 orang. Lokasi pemantauan mencakup seluruh aspek kegiatan pengelolaan lingkungan di PT. Freeport Indonesia, antara lain;

  • Daerah penambangan di Grassberg
  • Pabrik Pengolahan Bijih
  • Pengelolaan tailing di Modified Ajkwa Deposition Area (ModADA),
  • Pabrik pengeringan Konsentrat (Dewatering) di Amamapare.
  • Pemantauan kualitas air laut di Estuari

Serta pengelolaan lingkungan PLTU oleh PT. Puncak Jaya Power. Manajemen PLTU di Amamapare terpisah dari PT. FI.

Aspek pemantauan yang dilakukan antara lain mencakup; pelaksanaan ketentuan dalam AMDAL PT FI Tahun 1997, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3, dan pengendalian pencemaran dan kerusakan laut. Sampel yang diambil dalam pemantauan antara lain; air limbah, emisi udara, dan tailing .

Hasil pemantauan pada saat ini menunjukkan bahwa:

  • Pengelolaan tambang di Grasberg . Pengelolaan kestabilan lereng, overburben, dan reklamasi telah dilakukan sesuai dengan ketentuan AMDAL. Sementara pengelolaan air asam tambang dari sisi barat Grasberg belum memenuhi ketentuan baku mutu air limbah untuk pertambangan emas dan tembaga.
  • Pengolahan bijih. Pengendalian emisi udara sudah memenuhi baku mutu dan pengelolaan limbah B3 sudah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
  • Pengelolaan tailing di ModADA . Penempatan tailing di ModADA dilakukan berdasarkan AMDAL. Air buangan yang keluar dari ModADA ke Estuari belum memenuhi baku mutu untuk parameter Total Suspended Solid (TSS) . Untuk meminimalkan dampak lingkungan tailing PT. FI telah melakukan upaya pemanfaatan tailing untuk bahan konstruksi dan pengalihan aliran Sungai Ajkwa agar tidak bercampur dengan tailing sehingga bisa dimanfaatkan oleh penduduk.
  • Pabrik Pengeringan Konsentrat (Dewatering Plant) di Amamapare . Emisi udara, dan air limbah yang dihasilkan dari kegiatan pabrik memenuhi baku mutu.
  • Pemantauan kualitas air laut . Hasil pemantauan di beberapa titik pemantauan untuk parameter logam terlarut masih berada dibawah baku mutu air laut untuk biota laut.
  • Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT. Puncak Jaya Power . Emisi udara untuk parameter SO2 di atas baku mutu , dan pengelolaan fly ash dilakukan secara open dumping sehingga tidak memenuhi peraturan perundangan yang berlaku .

Mengingat PT. FI masih belum mentaati beberapa aspek pengelolaan lingkungan sebagaimana tersebut di atas, maka Menteri Negara Lingkungan Hidup, Ir. Rachmat Witoelar, memerintahkan PT. Freeport Indonesia untuk segera memperbaiki sistem pengelolaan air asam tambang agar memenuhi ketentuan yang berlaku dan mengelola dampak lingkungan dari penempatan tailing di ModADA agar dapat meminimalkan dampak lingkungan yang akan terjadi , terutama untuk mengurangi padatan tersuspensi (TSS) yang masuk ke Estuari. Rachmat Witoelar menambahkan bahwa minimisasi dampak tailing ini dapat dilakukan melalui penerapan teknologi dan pemanfaatan tailing semaksimal mungkin.

Pada saat ini sedang dilakukan pembicaraan yang intensif antara Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten Mimika dengan PT. Freeport Indonesia tentang upaya peningkatan efisiensi pengendapan tailing di ModADA. Menurut Rachmat Witoelar, dalam rangka peningkatan efisiensi pengendapan tailing di ModADA, Kementerian Lingkungan Hidup akan menerapkan berbagai persyaratan tambahan agar dampak lingkungan yang mungkin terjadi dapat diminimalkan.

Lokasi pemantauan dan tabel hasil pemantauan dalam format .pdf dapat dilihat dengan meng-KLIK icon di bawah berita ini.

 

Informasi lebih lanjut:

1. Gempur Adnan
Deputi MENLH Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan
Telp/Fax : 021-8580107

2. Yanuardi Rasudin
Deputi MENLH Bidang Pengelolaan B3 dan Limbah B3
Telp/Fax : 021-85905637