KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Saat ini permasalahan lingkungan hidup sudah bukan menjadi tanggung jawab lembaga tertentu saja. Semua komponen di dalam masyarakat mempunyai tugas yang sama agar lingkungan hidup tetap lestari.

“Sebegitu kompleksnya permasalahan ini, sehingga pemecahannya tidak bias dilakukan oleh pemerintah saja. Akan tetapi harus pula melibatkan semua instansi terkait dan seluruh kelompok lapisan masyarakat dari pusat hingga daerah� kata Deputi VII Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH) Ir. Isa Karmisa Adiputra pada pembukaan pelatihan pengelolaan lingkungan hidup bagi pendidik usia dini di ruang serba guna Pemerintah Kabupaten Katingan, kemarin (Jumat, 17/02/2006).

Di samping itu, terjadi pula kerusakan lingkungan hidup selama ini merupakan permasalahan yang harus segera ditanggulangi. Menurut Isa, terjadi bencana alam di mana-mana dan permasalahan sampah yang kian memprihatinkan adalah sekelumit dari permasalahan lingkungan hidup. Belum lagi apabila dikaitkan dengan terjadinya pemanasan global dan rusaknya lapisan ozon. Sehingga, tak berlebihan apabila kerusakan itu dikatakan sudah memasuki batas merah.

Untuk membuka kesadaran masyarakat terhadap arti pentingnya menjaga lingkungan hidup itu, maka dilakukan sejak usia sedini mungkin. Dalam hal ini posisi para guru TK, SD, Ibu Rumah Tangga (IRT), Tim Penggerak PKK dan Posyandu berada pada barisan terdepan.

“Dengan keterlibatan mereka ini maka dapat terwujud rumah tangga yang sehat dan peduli dengan lingkungan� kata Deputi yang mengurusi Bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas KNLH ini.

Sementara itu Bupati Katingan, Drs. Duwel Rawing dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I, Drs. Hanan A. Raba mengatakan, pengelolaan lingkungan hidup di Kabupaten Katingan telah ada dan disepakati dengan tujuan untuk mengelola sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Rencana pengelolaan itu tertuang dalam visi dan misi kabupaten lima tahun ke depan. Dengan demikian maka Kabupaten Katingan yang selama ini melaksanakan pembangunannya masih mengandalkan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai penghasil PAD terbesar harus lebih menekankan pemanfaatan SDA itu secara lestari dan berkelanjutan.

“Menjaga kelestarian lingkungan hidup bukan berarti melarang masyarakat untuk memanfaatkan SDA� ujar Hanan. Lebih lanjut Hanan menjelaskan upaya pemkab untuk melibatkan pendidik pada usia dini dalam permasalahan lingkungan hidup ini bukan kali pertama dilakukan. Pada 2005 lalu melalui kerja sasma dengan WWF Indonesia pemkab juga melibatkan guru-guru SD dalam penyusunan muatan local tentang lingkungan hidup dan memagangkan sejumlah guru ke Jawa Timur guna melihat langsung penerapan muatan lokal lingkungan hidup itu.

Kegiatan selama dua hari ini terselenggara atas kerja sama KNLH dengan pemkab Katingan dengan leading sector Kantor Lingkungan Hidup ini mendapat anthusias dari para peserta yang rata-rata adalah para perempuan ini. (tur)

Sumber Berita:
Koran “KALTENG POS”
Sabtu 18 Februari 2006
Hal. 22 kol. 3-7