KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PERS RELEASE

TROPHY BANGUN PRAJA

WUJUDKAN KOTA YANG CLEAN & GREEN

Pemerintah akan menganugerahkan Trophy Bangun Praja, sebagai apresiasi bagi kota atau kabupaten yang berdasarkan hasil evaluasi telah menunjukkan prestasi dan kinerja yang baik di bidang pengelolaan lingkungan hidup.

Program Bangun Praja yang dicanangkan pada tanggal 5 Juni 2002 di Denpasar, Bali, merupakan program strategis Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dalam upaya mewujudkan kepemerintahan yang baik di bidang pengelolaan lingkungan hidup (Good Environmental Governance-GEG) atau yang disebut dengan Tata Praja Lingkungan.

Program ini pada intinya bertujuan mendorong pemerintah daerah kota atau kabupaten memberikan perhatian penuh kepada isyu-isyu penting di bidang lingkungan hidup dalam upaya mewujudkan kota yang clean and green, dalam arti sebenarnya. Melalui program ini diharapkan pemda-pemda lebih serius dalam mengelola lingkungan dengan mengembangkan paling tidak asas-asas transparansi, akuntabilitas dan partisipasi.

Bagi pemerintah daerah, upaya mewujudkan GEG, yang sebenarnya merupakan bagian penting dari pencapaian good governance, merupakan pekerjaan yang tidak ringan, karena kendati dalam era otonomi daerah sekarang ini pemda memiliki kewenangan yang lebih luas dalam menetapkan dan melaksanakan pembangunan, namun tantangan yang dihadapinya juga sangat besar. Di satu sisi tuntutan pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan telah menjadi komitmen global, di sisi lain, tekanan untuk meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah) juga semakin besar. Dan seringkali terjadi kedua masalah tadi saling berbenturan.

Dengan latar belakang kurang lebih seperti itu, perlu ditingkatkan kapasitas lingkungan hidup di daerah melalui kemitraan kerja antara Deputi II KLH dengan pemerintah daerah, antara lain melalui Program Bangun Praja.

Pada tahun pertama pelaksanaan program Bangun Praja ini, pemantauan dan evaluasi difokuskan pada kinerja pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau (RTH), pengelolaan fasilitas publik dan pengendalian kualitas air. Komponen yang dievaluasi meliputi aspek :

• visi pembangunan kota;

• institusi yang menangani lingkungan serta alokasi anggaran;

• manajemen;

• daya tanggap/kepekaan pemerintah terhadap aspirasi masyarakat;

• inovasi; dan

• hasil fisik.

Pada tahap selanjutnya, fokus pemantauan dan evaluasi akan dikembangkan mengarah kepada pengelolaan lingkungan secara menyeluruh yang dapat menjamin terwujudnya liveable environment.

Pada periode tahun 2002-2003 ini, program Bangun Praja diikuti sebanyak 59 kota dan kabupaten dengan klasifikasi 11 kota metropolitan, 11 kota besar, 22 kota sedang dan 15 kota kecil. Pada tahun berikutnya peserta program ini dipastikan akan meningkat menjadi sedikitnya 100 kota . Perlu dicatat, peserta program ini adalah sukarela (voluntery), artinya kepesertaannya tidak dipaksakan atau diinstruksikan.

Trophy Bangun Praja menurut rencana akan diserahkan oleh Presiden Megawati tanggal 5 Juni 2003, bertepatan pada Hari Peringatan Lingkungan Hidup, kepada kota-kota yang berdasarkan hasil evaluasi menempati posisi terbaik di kelompoknya masing-masing dalam melaksanakan Program Bangun Praja. Trophy tersebut pada saat ini tengah dalam proses perancangan melalui semi lomba yang diikuti secara terbatas oleh 3 (tiga) kelompok peserta, yaitu Drs. Widihardjo, MSn dari Fakultas Seni Rupa dan Disain Institut Teknologi Bandung (ITB), Budiman Rajab, Budi L. Tobing dan Agoes Saliem dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Drs. Y. Eddy Winarno mewakili peserta umum. Dijadualkan presentasi rancangan dari masing-masing peserta akan dilakukan di hadapan Menteri KLH, Sekretaris Menteri LH dan Deputi II KLH pada tanggal 30 April 2003.

Jakarta, 28 April 2003

Panitia Semi Lomba Trophy Bangun Praja

Kontak Person :

SUGENG SETYADI

Hp 0816-1819.311

Tlp. (021) 8088.7921

Email : dimasnuri@yahoo.com