KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

PT. Bayer Indonesia bersama United Nation on Environmental Program (UNEP) kembali menyelenggarakan program Bayer Young Environmental Envoy (BYEE) yang bertujuan antara lain untuk mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin muda dalam merintis program-program dan kegiatan pelestarian dan pengelolaan lingkungan. Selain itu, dilaksanakan pula program Eco-Minds yang menantang para pemuda untuk memikirkan pemanfaatan ilmu dan teknologi secara kreatif dan praktis agar dapat menjawab tantangan Sustainable Development.

Menteri Negara Lingkungan Hidup, Ir. Rachmat Witoelar, dalam sambutan yang dibacakan oleh Staf Ahli MENLH bidang Sosial Budaya, Dr. Henri Bastaman menyampaikan penghargaan kepada Bayer Indonesia atas upayanya menyelenggarakan salah satu program UNEP yang mendorong generasi muda untuk memberikan pemikiran inovatif dan menghasilkan solusi nyata terhadap semakin rumitnya permasalahan lingkungan. Kementerian Lingkungan Hidup sangat berharap kegiatan ini dapat rutin dilakukan setiap tahun.

Empat duta muda lingkungan hidup Indonesia yang akan menghadiri forum BYEE di Jerman bulan November 2005 beserta peserta dari 13 negara lainnya adalah :
1. Wulan Sary, ITB, Bandung, “Water Reclamation Program in Pasar Lama Ngabang, Kalimantan Barat�
2. Rahima I. Hanifa, ITB, Bandung, “Municipal solid waste support program�
3. Erwina Tobing, UNPAD, Bandung, “Socialization of organic household waste decomposition in urban area�
4. Rosidah Hardiani, ITB, Bandung, “Yosemite in Padalarang: Citatah karst region�

Tiga duta muda lingkungan hidup Indonesia yang akan hadir dalam forum Eco-Minds di Philipina bulan Oktober beserta peserta dari 9 negara di Asia Pasifik adalah:
1. Ilsa Meidina, UI, Jakarta, “Society awareness by young environmental and projects�
2. I Nyoman Sutarsa, Univ. Udayana, Bali,�The Use of human feces as an energy resource (biomass production from human feces)�
3. Maria Ulfa Chrisitanty, UNBRAW, Malang,�Recearch of biodegradable plastic from tapioca waste�

Ke tujuh mahasiswa ini merupakan pemenang yang terpilih melalui tiga tahapan seleksi. Seleksi tahap pertama adalah penilian esai dari 75 program yang dikirim. Seleksi kedua dilakukan melalui wawancara untuk mengetahui keterlibatan mereka dalam proyek lingkungan dan pemahaman isu lingkungan. Seleksi terakhir dilakukan melalui presentasi usulan proyek yang disiapkan setelah mengikuti Eco-Camp di Puspitek, Serpong.

Dewan juri pada penilaian tahap akhir terdiri dari: Dr. Henri Bastaman – KLH, Kuswata Kartawinata, Ph.D – UNESCO Jakarta Office, Aninda Haryatmo – Yayasan KEHATI, Harry Suryadi- penulis, Irawati – LIPI.

Informasi lebih lanjut:
Unit kerja Asdep urusan Masyarakat Perkotaan, KLH
sinta@menlh.go.id
Coorporate Communications Manager PT. Bayer Indonesia
asmara.pusparani.ap@bayer-ag.de