KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

UNFCCC PARALEL EVENT

CLIMATE CHANGE AS A BUSINESS OPPORTUNITY ROLES OF INANCIAL INSTITUTION ON MITIGATION AND ADAPTATION OF CLIMATE CHANGE

 

Dua puluh persen perekonomian dunia akan terkena dampak perubahan iklim jika tidak dilakukan upaya pengurangan emisi karbon. Perkiraan tersebut merupakan perkiraan skenario terburuk, sementara perkiraan Sir Nicholas Stern dampak iklim akan menelan biaya 5 % dari GDP untuk setiap tahunnya. Disisi lain 250 institusi finansial global telah memiliki komitmen untuk membiayai proyek-proyek yang menunjang upaya mereduksi emisi gas CO2. Jumlah aset institusi finansial ini mencapai US $ 10 trilyun atau kurang lebih 15 % dari perekonomian global.

Peluang bisnis dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim ini sangat tinggi karena pada tahun 2008-2012 pasar kekurangan kredit karbon 3,75 milyar ton CO2. Sampai dengan akhir bulan Oktober 2007 telah didaftar 800 proyek CDM, sebagian besar berada di India (34,25 %), China (14,5 %), Brasil (13,5 %). Peran Indonesia dalam  proyek-proyek CDM ini belum signifikan bahkan dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. Indonesia jauh ketinggalan dibanding Malaysia yang memiliki peran  2 %, Philipina 1,7 %.

 

Proyek-proyek yang sudah disetujui masuk dalam mekanisme CDM antara lain adalah proyek pembangkit energy alternatif tenaga hidro, angin, biomassa dan energi terbarukan lainnya. Proyek lain adalah efisiensi energi, agroforestry, Coal Mine Methane, Landfill gas dan limbah peternakan, HFC serta N2O. Sedangkan proyek-proyek yang potensial namun belum dimasukan dalam mekanisme CDM adalah proyek transportasi,  energi efisiensi di gedung-gedung, labelisasi produk hemat energi, deforestasi dan aforestasi.

 

Seminar yang diselenggarakan di Hotel Kartika Kuta Bali pada tanggal 6 Desember 2007, dihadiri oleh 80 peserta dari berbagai kalangan seperti Perbankan, LSM, perguruan tinggi, pemerintahan, organisasi internasional dan lain lain. Acara ini dibuka oleh Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Pembinaan Sarana Teknis Isa Karmisa dan menghadirkan pembicara kunci Deputi Senior Bank Indonesia Miranda Gultom. Pembicara lainnya anatara lain:

  1. Laksmi Dhewanthi, Asdep Insentive dan dana lingkungan

  2. Mubariq Ahmad, Direktur WWF

  3. Paul Clement-Hunt, Head of UNEP FI, Geneva

  4. Josef Lietmann, perwakilan dari World Bank Indonesia

  5. Samuel Tumiwa, ADB Philiphine

  6. Susan Steinhagen, UNEP Fl

  7. Amol Titus, HSBC Indonesia

  8. Dr. Nils Meyer, Asia KFW German Development Bank

  9. Aininditta Savitri, Rabo Bank International Indonesia

  10. Takanori Satake, JBIC Jakarta

  11. Erna Witoelar, UN MDGs Ambasador for Asia Pacific

reported by Indarto