KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

UNFCCC Parallel Event

DUKUNGAN DAN INISIATIF PERGURUAN TINGGI TERHADAP ADAPTASI DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM

BADAN KERJASAMA PUSAT STUDI LINGKUNGAN (BKPSL) INDONESIA

5-6 Desember 2007

Hotel Inna Bali, Denpasar –Bali

 

RANGKUMAN HASIL

Seminar dan Lokakarya yang dilaksanakan oleh Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) Indonesia yang berlangsung di Hotel Inna Bali Denpasar pada tanggal 5 Desember 2007, dihadiri 125 peserta terdiri dari Kepala dan Perwakilan     Pusat Studi Lingkungan (PSL) seluruh Indonesia, unsur pimpinan dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kepala Bapedal Provinsi/Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Industri, dan Masyarakat serta diliput oleh      media cetak dan media elektronik.  Pertemuan bertujuan untuk mencari rumusan tentang peran  Perguruan Tinggi,  khususnya  PSL  dalam memberikan masukan pada  Konferensi Perubahan Iklim yang sedang berlangsung di  Nusa Dua Bali dari tanggal     3-14 Desember 2007.         

Seminar yang mempresentasikan 13 makalah dan 23 poster yang dilanjutkan dengan diskusi kelompok  (Working Group)  adaptasi dan mitigasi  perubahan iklim  merumuskan hasil sebagai kesepakatan BKPSL sebagai berikut:

  1. Peran kelembagan BKSPL merespon hasil Konferensi Perubahan Iklim: 

    1. BKPSL melalui peran Tridarma Perguruan Tinggi yaitu pendidkan, penelitian, dan pengabdian kapada masyarakat yang diwujudkan dalam pembentukan Climate Change Centre (CCC). 

    2. BKPSL menjadi mitra Kementerian Lingkungan Hidup dan Lembaga Lingkungan Hidup Daerah dalam mengembangkan dan mengimplementasikan program CCC di daerah.

  2. Kebijakan,  program,  dan  rencana aksi dalam merespon perubahan iklim (mitigasi dan adaptasi) dilaksanakan berbasis komunitas dan pendekatan indigenous knowledge (kearifan lokal).

  3. BKPSL  memandang bahwa masih terdapat  kelemahan  di dalam pengelolaan  LH yang perlu diatasi dengan: 

    1. advokasi hukum lingkungan yang berkelanjutan 

    2. empowering lembaga legislatif dan mengoptimalkan peran kaukus lingkungan yang sudah terbentuk.

  4. Secara spesifik program dan rencana mitigasi dan adaptasi disesuaikan dengan permasalahan aktual dan tantangan permasalahan lingkungan dalam kerangka perubahan iklim, yang tidak terpisahkan dari hasil rangkuman ini.(is)