KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Kesimpulan Konferensi Pers Ibu Erna Witoelar Tentang Hubungan MDG’s Dengan Perubahan Iklim 

Kesimpulan Konferensi Pers Ibu Erna Witoelar,

Pavilliun Indonesia, tanggal 10 Desember 2007, tentang MDGs.

Kehadiran kami di sini adalah untuk mengaitkan tujuan pembangunan millennium dengan pemanasan  bumi, kami ingin meyakinkan bahwa ketika orang berbicara mengenai perubahan iklim dan pemanasan bumi, apakah itu mitigasinya, pencegahannya, ataupun adaptasinya, itu tidak keluar dari komitmen semua negara-negara untuk mencapai MDGs (Millenium Development Goals), berarti komitmen untuk menanggulangi kemiskinan, menanggulangi akses terhadap pendidikkan dan kesehatan untuk masyarakat miskin dan juga HIV Aids, air bersih dsb. 

Pemanasan bumi, itu sebetulnya adalah salah satu target dari pembangunan millenium, jadi targetnya itu adalah mengurangi emisi dan menambah cakupan atau tutupan lahan hutan. Tapi kami disini untuk mengingatkan bahwa itu jangan terpisah dengan upaya penanggulangan kemiskinan, karena masyarakat miskinlah yang paling menderita kalau ada dampak bencana oleh pemanasan bumi, sementara masyarakat miskin yang paling sedikit kontribusinya terhadap emisi, jadi memang ada keadilan yang harus ditumbuhkan disini dengan terus mengingatkan mereka akan tujuan pembangunan millenium.

 

Hasil Wawancara Ibu Erna dengan Media Massa Tentang Adaptasi 

Kalau kita merubah mekanisme transportasi, itu semua mitigasi, kita merubah penanggulangan sampah, jadi itu semua mitigasi bagaimana soal kemiskinan di pikirkan,

sehingga kita juga bisa buat lapangan kerja.

Kalau di dalam adaptasi, kita pikirkan bagaimana masyarakat miskin di pesisir, itu bukan hanya kita pikirkan bagaimana karena supaya air tidak banyak masuk, tapi juga kita pikirkan bagaimana sekolah, klinik juga siap menghadapinya. Yang paling perlu adaptasi adalah bencana.  

Penyebab pemanasan bumi adalah energi , maka perlu ada mitigasi tentang  energi akan tetapi dampaknya banyak ke air seperti kelebihan air, kekurangan air, kekeringan, penyakit karena air.  Kita mesti meyakinkan bahwa kita siap menghadapi bencana yang semakin sering. Jadi kita sudah mengadaptasi sebelum bencana datang, bukan setelahnya terus baru kita bagi-bagi makanan. Jadi juga bisa dibuat klinik dan sekolah terapung. 

Sumber:
Media Center KLH
Nusa Dua – Bali