KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Pada Acara Agama dan Konservasi

11 Desember 2007

di Hotel Melia, Nusa Dua Bali

 

Bismillahirrahmanirrahim

 

Assalamualaikum.Wr.Wb.

 

Yang saya muliakan para pemimpin dan tokoh-tokoh agama, saudara Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, para Duta Besar, para tamu dari Negara-negara sahabat yang saya muliakan.

 

Saya mengajak hadirin sekalian untuk sekali lagi memanjatkan puji dan syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Karena kepada kita semua masih di beri kesempatan, kekuatan dan kesehatan untuk melanjutkan ibadah kita sebagai umat beragama melanjutkan karya kita sebagai warga bangsa dan warga dunia serta melanjutkan tugas dan pengabdian kita untuk negara, bangsa dan umat manusia sejagat.

 

Saya sungguh bersyukur dan sangat gembira mendengarkan pernyataan yang tulus, pernyataan yang berangkat dari hati dari para pemimpin agama yang hadir pada kesempatan yang baik ini, yang memiliki komitmen, semangat dan tentunya langkah nyata bersama-sama dengan kita semua menyelamatkan bumi yang kita cintai ini, bumi ciptaan Yang Maha Kuasa, milik anak cucu kita yang menginginkan masa depan yang lebih baik.

 

Saya sungguh terharu mendengar semua butir-butir pernyataan para pemimpin, pemuka dan tokoh agama tadi. Harapan kita apa yang di ikrarkan, yang di tekatkan, yang di serukan tadi dapat di laksanakan bersama oleh bangsa Indonesia dan oleh umat manusia sedunia. Kewajiban saya sebagai Kepala Negara Republik Indonesia untuk menjalankan amanah, pesan-pesan spiritual, pesan moral, dan pesan sosial tadi menyangkut pemeliharaan lingkungan di negeri kita menuju masa depan yang lebih baik.

 

Hadirin sekalian yang saya hormati,

Saya juga berharap sebagai warga dunia (citizen of the world) bersama-sama dengan yang sedang mengemban amanah para pemimpin dunia yang lain juga memiliki semangat, tanggung jawab dan langkah-langkah yang kita hadapi ini.

 

Saudara-saudara,

Kita semua berkumpul di Bali dengan satu tujuan ingin kerjasama kita di dalam melawan pemanasan global dan juga perubahan iklim dapat  dilaksanakan lebih baik lagi, lebih efektif lagi. Kita menyadari, langkah-langkah yang kita lakukan hingga hari ini tidak cukup atau belum cukup apabila tidak ada perubahan yang konkrit, mulai hari ini kedepan kita mencemaskan sebagaimana kecemasan para pemuka agama tadi, bumi kita akan makin rusak, kehidupan umat manusia termasuk generasi yang akan datang, anak cucu kita pun tidak akan selamat.

 

 

Kita tidak boleh berhenti pada semangat, tekat, dan komitmen. Kita harus masuk wilayah implementasi dan langkah-langkah nyata, oleh karena itulah lebih kurang sepuluh hari rangkaian pertemuan ini kita laksanakan di Bali. Di tempat-tempat yang lain, di Nusa Dua Bali ini, berlangsung ratusan rapat dan negosiasi yang sekarang ini tengah berlangsung. Ada yang di sebut dengan side event, dari semua pemangku kepentingan antara lain pertemuan menteri keuangan sedunia, menteri perdagangan sedunia, pertemuan yang menyangkut technology transfer, pertemuan para lembaga swadaya masyarakat, dan banyak pihak, termasuk Insya Allah, besok Sekjen PBB Ban Ki Moon bersama saya akan membuka pertemuan tingkat menteri yang juga di hadiri oleh beberapa Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara, tujuannya satu, kita ingin lahir di Bali ini, Bali Konsensus, Bali Road Map yang akan kita pastikan menjadi kerangka kerjasama yang baru yang akan di matangkan lagi dua pertemuan berikutnya lagi di Warsawa Polandia dan di Copenhagen Denmark sebelum berakhirnya masa Kyoto Protokol pada tahun 2012 nanti dan setelah itu kita berharap kita memiliki perangkat kerjasama baru yang lebih efektif, yang lebih implementatif, mencapai sasaran dan tujuan bersama menyelamatkan bumi kita, memerangi pemanasan global dan perubahan iklim.

 

Tentu agar kerjasama ini berjalan efektif semua pihak harus menjadi bagian dalam kerjasama itu, apabila ada satu-dua pihak, satu dua negara yang belum bersama-sama betul dalam kerangka kerjasama menurut Kyoto Protokol yang lalu, kesempatan masih ada dan saya mengajak all countries, all leaders to be part of us, bersama-sama kita untuk kerjasama yang konkrit, memerangi sekali lagi pemanasan global, perubahan iklim menuju masa depan bumi yang makin selamat.

 

Hadirin yang saya muliakan, mengapa saya menaruh harapan yang tinggi kepada para pemuka agama, mengapa saya percaya bahwa para pemuka agama memiliki peran yang besar untuk memimpin umatnya masing-masing, melakukan sesuatu yang baik bersama-sama menyelamatkan bumi kita, kerusakan yang terjadi didunia berawal dari hati dan pikiran kita, hati dan pikiran umat manusia, the hard, the mind of the people, kalau hati dan pikiran kita bersih ingin menyelamatkan bumi, tidak merusak hutan, hemat dalam penggunaan bahan bakar yang mendatangkan emisi gas rumah kaca, pandai mengelola sampah yang juga menimbulkan dampak lingkungan yang tidak baik dan sejumlah pikiran-pikiran yang jernih dan bersih, Insya Allah kerusakan tidak akan terjadi, kerusakan dapat kita kalahkan seminimal mungkin, sebaliknya kalau hati dan pikiran kita tidak punya control sama sekali , tidak bisa menahan diri, apalagi melakukan langkah-langkah konkrit untuk menyelamatkan bumi kita, yang terjadi adalah kerusakan, mengubah hati dan pikiran manusia, educating hard and mind of the people dapat di lakukan melalui pendidikan-pendidikan agama, moral dan pendidikan umum, melalui pendidikan itu kita bangun nilai, sikap, dan perilaku, values and behavior, kita bangun gaya hidup dan budaya yang baik menuju peradaban masyarakat abad 21 yang mencintai, menyayangi dan menghormati lingkungan, bukan hanya yang ramah terhadap lingkungan, tetapi lebih dari itu, saya cinta dan hormat pada lingkungan, ini semua dapat disampaikan melalui pimpinan dari para pemuka agama, dari para guru, termasuk kita-kita semua yang mempunyai kewajiban sosial dan kewajiban moral untuk menyampaikan pesan-pesan ini, itulah yang sangat membahagiakan hari ini saudara-saudara, kita mendengar langsung apa yang menjadi tekat dari pemuka agama, yang di tunggu dan Allah SWT akan menyaksikan hari-hari setelah ini, apakah kita benar-benar dengan semangat dan tanggung jawab yang tinggi bisa menjalankan amanah kita bersama, itulah yang ingin saya sampaikan, saya mengajak kebersamaan, kemitraan, partnership yang baik di antara para pemuka dan tokoh agama, tokoh masyarakat, para pendidik, lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang berjuang untuk lingkungan, dunia usaha, perguruan tinggi termasuk pemerintah dan bahkan organisasi-organisasi internasional untuk bergandengan tangan lebih erat lagi melakukan langkah nyata, menyelamatkan bumi kita, bumi yang kita miliki bersama, itulah harapan saya saudara-saudara, saya ucapkan sekali lagi terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya, mari.