KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

SIARAN PERS

Jakarta, 13 Januari 2004 — Direktur Eksekutif Badan PBB untuk Lingkungan Hidup (UNEP), Dr. Klaus Topfler, menegaskan kembali kepada Meneg. LH Rachmat Witoelar di Port Lois, Mauritius hari ini, bahwa UNEP akan meningkatkan dukungan maksimal bagi upaya pemerintah Indonesia menanggulangi dampak tsunami di Aceh dan Sumatera Utara.

Meneg. LH Rachmat Witoelar dalam kapasitas sebagai ketua delegasi RI pada Konperensi Internasional Tingkat Tinggi mengenai Pembangunan Berkelanjutan di Negara Pulau-Pulau Kecil berada di Mauritius, Afrika, tanggal 10 – 14 Januari 2005. Dalam kesempatan itu Meneg.LH juga telah memimpin sidang pleno mengenai ketahanan budaya di pulau-pulau kecil pada tanggal 11 Januari yang lalu. Konperensi juga membahas mengenai kerentanan pulau-pulau kecil terhadap dampak perubahan iklim dan bencana alam seperti tsunami dan siklon, serta pemberdayaan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapinya.

Dr. Topfler dalam pertemuan khusus dengan Meneg. LH menandaskan komitmen UNEP melanjutkan dan meningkatkan dukungan yang telah diberikannya kepada Indonesia melalui KLH untuk dukungan tenaga ahli, teknologi dan finansial, bagi penanggulangan dini bencana tsunami. Dukungan berkelanjutan dalam jangka pendek maupun jangka panjang tersebut termasuk berbagi informasi pengalaman serta pengetahuan negara-negara lain dengan pengalaman serupa.

Kepada Dr. Topfler, Menteri menyampaikan upaya yang telah dilakukan instansinya dalam analisis dini kerusakan lingkungan sebagai dampak tsunami di daerah bencana, serta menegaskan kembali bahwa prioritas pemerintah kini adalah dalam penanganan tanggap darurat bagi korban bencana tsunami. Namun secara paralel telah mulai pula dilakukan persiapan-persiapan bagi konsep penanggulangan rehabilitasi kerusakan lingkungan serta rekonstruksi yang berwawasan lingkungan dan penataan ruang yang mampu mencegah dan menanggulangi bencana serupa di masa mendatang.

Dalam pidatonya pada KTT Pembangunan Berkelanjutan di Negara Pulau-pulau Kecil yang dihadiri sejumlah presiden, perdana menteri, serta menteri-menteri negara pulau-pulau kecil itu, Meneg. LH juga menyampaikan terima kasih pemerintah Indonesia bagi semua dukungan maupun pernyataan belasungkawa dan solidaritas peserta konperensi tersebut, dan kesediaan Indonesia berbagi informasi dan pengalaman bagi pencegahan bencana serupa di masa mendatang. Indonesia juga mendukung ditingkatkannya kerjasama internasional penguatan pulau-pulau kecil mengatasi kerentanannya akan bencana alam, termasuk tsunami, dan menghargai prakarsa pengadaan Sistem Peringatan Dini Tsunami di lautan Hindia, melengkapi sistem serupa yang telah ada di lautan Pasifik. Delegasi RI yang dipimpinnya termasuk peserta dari Departemen Luar Negeri serta Departemen Kelautan dan Perikanan; antara lain Dirjen Multilateral, Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Deplu Susanto Sutoyo dan pakar kelautan mantan menteri DKP, Dr. Rokhmin Damhuri.

Informasi ini dikeluarkan oleh :
Asdep Urusan Informasi
Tlp. 021-8580081, Fax. 021-85900103
e-mail : infolh@menlh.go.id