KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Bandung, 24 Februari 2006. Meningkatnya volume dengan kualitas yang bervariasi merupakan salah satu kendala yang dihadapi industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) dalam pengelolaan limbah B3 batubara (berupa bottom ash dan fly ash ). Untuk mengatasi permasalahan tersebut, telah dilakukan kesepakatan antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dengan Menteri Perindustrian pada tanggal 19 Januari 2006 tentang Pengelolaan Limbah B3 di Sektor Industri Pengolahan. Sebagai implementasi awal Nota Kesepakatan, maka pada hari ini diadakan pertemuan antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Menteri Perindustrian dengan para Indutri TPT dan Industri Semen Jawa Barat, Pemerintah Propinsi Jawa Barat, beberapa Kabupaten/Kota di Jawa Barat dan pihak Kepolisian.

Tujuan pertemuan ini adalah untuk “mensosialisasikan pengelolaan limbah B3 abu batubara (bottom ash dan fly ash) untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan filler pada industri semen serta penggunaan lainnya.� Disamping itu, diharapkan para pihak terkait dapat memahami dan mendukung langkah-langkah pengelolaan limbah batubara tersebut.

Pada saat ini di Jawa Barat sudah ada sebanyak 69 industri TPT yang memanfaatkan batubara dengan jumlah kebutuhan sebesar 125.000 ton perbulan dan limbah yang dihasilkan mencapai 10.000 ton perbulan. Di lain sisi, beberapa industri semen telah menyatakan kesediaannya menampung limbah abu batubara tersebut. Solusi pemanfaatan limbah batubara ini, diharapkan mendorong industri TPT lainnya untuk memanfaatkan batubara sebagai sumber energi, serta dapat meningkatkan daya saing industri TPT.

Pada kesempatan ini, Menteri Negara Lingkungan Hidup menyerahkan ijin Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) kepada beberapa industri TPT dan Ijin Pemanfaatan limbah B3 abu batubara kepada PT. Holcim Indonesia, untuk melengkapi ijin pemanfaatan ( bottom dan fly ash ) yang telah diterbitkan sebelumnya termasuk untuk PT. Indocement. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepakatan Pemanfaatan Limbah B3 Batubara antara beberapa industri TPT dengan PT. Holcim dan PT. Indocement.

Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup
Bidang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun
Dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun

Drs. Yanuardi Rasudin