KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Forum CSR Bidang Lingkungan. Salah satu ciri perusahaan berumur panjang adalah perusahaan yang sensitif terhadap lingkungan, selaras dan adaptif terhadap dinamika masyarakat sekitarnya. Corpoate Social Responsibility (CSR) merupakan salah satu instrumen inovatif yang dapat membantu perusahaan untuk peka dan adaptif terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat, demikian dinyatakan oleh Deputi Menteri Lingkungan Hidup Bidang Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Ir. Ilyas Asaad, MP. MH dalam pembukaan Forum CSR Lingkungan Hidup Nasional di Jakarta tanggal 17 Desember 2012 yang lalu.

Forum CSR ini diselenggarakan untuk pertama kalinya oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai ajang sosialisasi dan komunikasi antara berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong implementasi CSR bidang lingkungan yang sistemik, terintegrasi dan terpadu, sehingga dapat  berkontribusi pada peningkatan kualitas lingkungan hidup. Terkait dengan itu, sebagaimana dituturkan oleh Asisten Deputi Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan, Widodo Sambodo bahwa “Acara ini (Forum CSR Bidang Lingkungan-red) juga dimaksudkan untuk mendorong dunia usaha agar mengintegrasikan isu lingkungan serta pembangunan berkelanjutan ke dalam pelaksanaan CSR perusahaan”. Ditambahkan pula, kedepannya melalui Forum ini diharapkan terjalin sinergi dan kemitraan yang baik antara perusahaan, LSM, Pemerintah daerah, dan kelompok masyarakat lainnya, dalam pelaksanaan CSR Bidang Lingkungan sehingga bisa berkontribusi pada upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan.

Dalam acara yang dihadiri lebih dari 100 peserta dari dunia usaha, LSM, Pemerintah daerah, komunitas keagamaan, organisasi profesi dan lainnya,  KLH telah mengeluarkan Buku Petunjuk Pelaksanaan CSR Bidang Lingkungan. Menurut Ilyas Asaad, buku petunjuk ini merupakan pelengkap dari Pedoman CSR Bidang Lingkungan yang diluncurkan tahun 2011 yang lalu, yang menurut banyak pihak masih bersifat general dan informatif. “Kedua dokumen tersebut merupakan voluntary initiative dari  KLH  untuk menginspirasi dunia usaha yang memiliki komitmen tinggi untuk melaksanakan CSR, sehingga dapat bertransformasi menjadi corporate with World Class CSR yang memiliki sensitivitas dan kemampuan adaptif yang memadai terhadap lingkungan sekitar” ujarnya. Namun demikian beliau menekankan, bahwa perusahaan hendaknya mendahulukan ketaatan terhadap peraturan-peraturan terkait yang berlaku bagi perusahaan.

Merespon isu pengkotak-kotakan CSR secara sektoral atau berdasarkan wewenang teknis lembaga pemerintah,  Deputi VI menyatakan bahwa Pedoman CSR Bidang Lingkungan ini pada dasarnya tidak dimaksudkan untuk mereduksi makna CSR hanya sebagai kegiatan memperbaiki kualitas lingkungan atau mengarahkan pendulum CSR ke persoalan lingkungan semata. Sebaliknya dokumen ini lebih ingin mendorong penyelenggaraan CSR yang berkontribusi pada pencapaian sustainable development dengan mengintegrasikan isu lingkungan, sosial, dan ekonomi menjadi sebuah kesatuan penting yang saling terkait. “Kami tetap menempatkan CSR dalam semesta tripple bottom line, yang melingkupi aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan”, ujar beliau. Sehingga meski judulnya tertulis CSR Bidang Lingkungan, tetapi persoalan yang disasar tidak hanya persoalan lingkungan, melainkan termasuk isu sosial dan ekonomi. “Terminologi lingkungan hanya sebagai entry point saja”.

Berita Terkait: Perlunya Pendekatan Sistemik dalam optimalisasi manfaat CSR

Untuk Informasi Lebih Lanjut:

Drs. Widodo Sambodo, M.S.
Asisten Deputi Urusan Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan dalam PPLH
tel: 021-85904919
email: humas@menlh.go.id
website: menlh.go.id