KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Walikota Denpasar, Bali kemarin pada tanggal 12 Oktober 2004 di Denpasar mengumumkan hasil “Lomba emisi kendaraan Dinas/Operasional Kantor 2004″. Hasil pemenang secara lengkap terlampir. Kegiatan tersebut juga dilaksanakan di beberapa lokasi, Kementerian Lingkungan Hidup bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bandung, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta mulai bulan Juni – Juli 2004.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran Sumber Non Institusi: Yanuardi Rasudin mengatakan bahwa lomba emisi merupakan “gerakan moral” sebagai bangsa yang mempunyai budaya luhur. Lebih jauh beliau bersepakat dengan Walikota Denpasar akan mengadakan kerjasama lebih terintegrasi dengan Walikota Denpasar karena merupakan kebutuhan yang mendesak pada saat ini. Mengingat Denpasar, umum Pulau Bali merupakan kota wisata internasional yang mutlak memerlukan udara bersih sebagai pelayanan kepada turis dan masyarakatnya. Tanggung jawab pengendalian emisi gas buang kendaraan bermotor khususnya kendaraan non umum merupakan tugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Denpasar yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan kebijakan kepada Walikota Denpasar mulai data lapangan, menganalisis dan hasil evaluasinya.

Hasil lomba emisi Denpasar mendapat nilai tertinggi diantara 5 kota yaitu Bandung, Yogyakarta, Semarang dan Surabaya. Walikota dapat menyampaikan hasil lomba ini kepada masyarakat maupun peserta lomba, bukan hanya sekedar menyerahkan penghargaan kepada pemenangnya tetapi juga dengan mengumumkan peringkat setiap peserta lomba. Mudah-mudahan sebagai bentuk mekanisme komunikasi dalam bentuk himbauan yang simpatik ini yang didasarkan kepada niat bersama untuk memperbaiki kualitas udara dapat menggugah masyarakat untuk lebih memberikan perhatiannya dan turut berperan serta dalam memperbaiki kualitas udara.

Deputi V Kementerian Lingkungan Hidup mengharapkan partisipasi masyarakat dalam program-program pengendalian pencemaran udara lainnya. Pelaksanaan Program Pemeriksaan dan perawatan kendaraan bermotor (I/M) merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap upaya reduksi emisi kendaraan bermotor. Tahun mendatang Program I/M diharapkan sudah dapat terlaksana di Denpasar. Dengan adanya bensin tanpa timbal di Bali mulai tahun 2003 diharapkan kendaraan bermotor yang seyogyanya menggunakan bensin tanpa timbal sudah secara rutin menggunakan bensin tanpa timbal sehingga tingkat penurunan IQ pada anak-anak dapat dikurangi. Pada kesempatan ini diharapkan dapat memberi inspirasi, inovasi baru serta menambah semangat dalam melaksanakan tugas kita masing-masing melalui satu visi, satu tujuan, yaitu “Mewujudkan udara yang lebih bersih�.

Keterangan lebih lanjut hubungi:
Assisten Deputi Urusan Emisi Kendaraan
Deputi Pengendalian Pencemaran Sumber Non Institusi,KLH
emisikendaraan@menlh.go.id

Lampiran :

HASIL LOMBA EMISI DI DENPASAR, Bali

A. Kategori : Pemerintah
1. Juara I (trophy) : Biro Umum Setda Propinsi Bali,
nilai : 83,12
2. Juara II (trophy) : PT. Bank Mandiri, nilai : 82,95
3. Juara III (trophy) : Polda Bali A, nilai: 79,15

B. Kategori : Swasta
1. Juara I (trophy) : PT Telkomsel, nilai : 79,73
2. Juara II (trophy) : PT Dwima Perdana Transport,
nilai: 55,30
3. Juara III (trophy) : PT Coca Cola, nilai: 49,46

C. Emisi terendah
Nomor Kendaraan : DK 166 usia 15 tahun, pemilik : Biro Umum
Setda Propinsi Bali, nilai: 92,26