KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

WORKSHOP_ADIPURA.jpgDalam rangka evaluasi pemantauan/penilaian Program ADIPURA tahap I dan persiapan pemantauan/penilaian tahap II, unit Asdep Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik dan Skala Kecil menyelenggarakan kegiatan workshop  di Hotel Ambhara tanggal 4-5 Januari 2007. Pada kesempatan tersebut, Tri Bangun L. Sony, Plt. Asdep Pengendalian Pencemaran Limbah Domestik dan USK  mengatakan, dalam menilai aspek non fisik Program ADIPURA, pada era pelaksanaan ADIPURA periode (2002–2006) fokus kepada bagaimana membangun komitmen pimpinan daerah melakukan upaya-upaya nyata dalam mewujudkan clean and green city, dengan melakukan perubahan nyata dalam waktu cepat agar menimbulkan kepercayaan masyarakat. Pada era (2006–2011) difokuskan bagaimana men-drive kota-kota agar memiliki perencanaan yang realistis dan accountable, mendorong peran masyarakat sejak tingkat perencanaan, dan menjaga keberlanjutan hasil-hasil yang sudah dilakukan.

Langkah ke depan adalah meminta kota-kota peserta Program ADIPURA menyampaikan Rencana Pengelolaan Kota, yang difokuskan pada pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau (hutan kota, taman, dll), dan fasilitas publik. Perencanaan itu akan dievaluasi sebagai bagian dari penilaian ADIPURA. Prinsip dasar penilaian perencanaan tersebut adalah sejauh mana rencana yang disusun dapat diimplementasikan dalam waktu yang relatif singkat.

Bagian kedua workshop memformulasikan Proposal Program WJEMP (West Java Environmental Management Project) untuk APL2. Beberapa  kegiatan yang akan diusulkan dalam porposal adalah: review mekanisme subsidi kompos dan marketing berupa penentuan target reduksi sampah perkotaan tiap tahun dan melihat trend-nya; menciptakan ’bandar kompos