KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

gbr_cimahi.jpgKementerian Negara Lingkungan Hidup cq Deputi Komunikasi Lingkungan dan pemberdayaan Masyarakat bekerja sama dengan Yayasan Bitari Cimahi, Jawa Barat, pada tanggal 25-26 April 2008 menyelenggarakan Workshop Nasional Pelestraian Lingkungan Hidup dengan tema Perubahan Iklim dan Pemberdayaan Masyarakat untuk Pelestarian Lingkungan Perkotaan..

Workshop Nasional tentang Pelestarian Lingkungan Perkotaan tersebut  dibuka oleh Deputi VI (Deputi Komunikasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat) Drs. Sudariyono dalam sambutannya menyatakan bahwa Permasalahan lingkungan di perkotan  tidak terlepas dari empat (empat)  persoalan besar yaitu: Pengelolaan sampah, Ruang terbuka hijau, Pengelolaan air baik air tanah  sampai kepada pengelolaan sungai, dan kualitas udara. Keempat permasalahan ini tidak berdiri sendiri karena semuanya menyumbangkan wajah lingkungan perkotaan yang kita temui hari ini. Hal ini  menjadikannya saling ketergantungan antara elemen-elemen yang ada di alam termasuk manusia yang hidup di dalamnya. 

Partisipasi adalah salah satu kunci penting dalam menjawab persoalan-persoalan lingkungan perkotaan. Untuk itu partisipasi haruslah memasukkan pemahaman-pemahaman sebagai berikut: (1) ada inisiatif untuk melakukan tindakan oleh subyek, (2) mempunyai kesetaraan atau kesederajadan posisi dalam melakukan tindakan bersama orang lain, (3) masing-masing pihak bersedia dan siap menanggung konsekuensi bersama dari tindakan yang sama-sama dilakukan tersebut, masing-masing pihak bersedia dan siap  menanggung konsekuensi bersama dari tindakan yang sama-sama dilakukan tersebut, (4) masing-masing pihak mempunyai makna subyektif yang sama atau mirip dalam menentukan dan melakukan tindakan bersama tersebut, dan (5) tindakan yang sama-sama dipilih tersebut telah diproses dalam ruang kesadaran sehingga tindakan itu memang sesuatu  sesuatu yang dikehendaki untuk dilakukan 

Dalam workshop dua hari tersebut dihadiri sekitar 150 peserta dari 13 perwakilan propinsi diantaranya: Propinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Banten,  Jawa Barat, DI. Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur. Adapun topik bahasannya mencakup 12 topik diantaranya: Bakti TNI dalam mempelopori Pelestarian lingkungan Hidup, Pengembangan Kapasitas Community Driven Development, Undang-undang Tata ruang dan upaya Startegis Meminimalisasi Penyimpangan tata Ruang, Membangun Komunikasi untuk pengembangan peran serta masyarakat memelihara lingkungan perkotaan, Strategi Peningkatan kebersihan Kota Peluang Meraih Adipura, Multi manfaat lubang resapan Biopori untuk pelestarian lingkungan perkotaan, Kader lingkungan sebagai mitra Pemerintah Kota Cimahi, Peran serta dalam pengelolan lingkungan hidup.

Workshop ini bertujuan  membangun kesamaan pandangan para stakeholder tentang peningkatan pengelolaan dan pelestarian lingkungan, menggali pemikiran berbagai pihak tentang paradigma pengelolaan dan pelestarian lingkungan perkotaan yang berorientasi kepada pemberdayaan masyarakat khususnya masayarakat perkotaan. Untuk pengelolaah Kota Cimahi yang hari ini terbagi dalam tiga wilayah yaitu wilayah TNI yang mencapai 40% kemudian wilayah industri yang menjadi pendapatan penting kota Cimahi dan sektor pemukiman. Bakti ABRI yang digagas oleh TNI diharapkan dapat menjadi tulang punggung gerakan perbaikan lingkungan di Cimahi. 

Sumber:
Asdep Masyarakat Perkotaan
Jl. DI Panjaitan Kav 24 Kb. Nanas, Jakarta Timur
Tlp/Fax : 021-85911211
Ngadijanto@yahoo.com/praszt@menlh.go.id