KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Bermacam-macam keluhan sakit badan, dari yang pegal linu, batuk, sakit kepala, demam dan masih banyak lagi yang sering kita dengar di lingkungan kita. Akibatnya, selain produktivitas berkurang, harus mengeluarkan biaya untuk berobat. Belum lagi efek samping dari penggunaan obat-obat kimia.

Berawal dari keadaan ini banyak orang mulai diingatkan kembali bahwa Indonesia adalah tempat Mega Biodiversitynya dunia, di mana banyak sekali tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan, minuman suplemen atau vitamin.

Untuk itu pada hari Jum’at dan Sabtu 30 Sept – 1 Okt 2005 yang lalu, Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan bermitra dengan Yayasan Karisma Pertiwi Indobnesia menyelenggarakan Workshop mengenai budi daya tanaman obat di Praya, Kab. Lombok Tengah. Pada acara yang mengikut sertakan, para ibu rumah tangga, LSM setempat, remaja RT dan juga dihadiri oleh Asdep Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan tersebut mengetengahkan manfaat dari upaya penghijauan lahan sempit di rumah tangga, dengan menggunakan tanaman obat. Tanaman ini seringkali tumbuh liar di jalan atau di pekarangan dan masyarakat tidak begitu mengenal apalagi memanfaatkan.

Peserta workshop terlihat antusias dengan metode pengobatan back to nature atau untuk kembali ke sumber daya alam tersebut. Pada kesempatan itu, di samping saling tukar pengalaman dalam penggunaan tanaman obat, banyak pertanyaan yang dilontarkan para peserta kepada dokter penyaji makalah seputar efek samping penggunaan obat kimia dibanding dengan tanaman obat. Tanaman obat yang dapat ditanam di halaman sempat di kenalkan pada peserta antara lain tanaman : jodium, makuto dewa, ginseng, sambung nyawa, jarak, temulawak , lidah buaya, lidah mertua dan banyak lagi yang lainnya. Di wilayah Lombok, khususnya Lombok Tengah masih banyak lahan yang terlihat kosong, baik di permukiman maupun di areal publik, seperti sekitar lapangan olah raga, dan perkantoran.

Dari Workshop ini diharapkan para peserta memanfaatkan lahan sempit di masing-masing rumah dengan tanaman yang bermanfaat yaitu tanaman obat, selain upaya penghijauan juga bisa menjadi tambahan penghasilan rumah tangga. (nung)

Untuk info lebih lanjut, hubungi :
Asisten Deputi Urusan Masyarakat Perkotaan
Gedung B lantai 5
Telp/Fax: 021 b59 11211
srs@menlh.go.id,praszt@menlh.go.id,inung@menlh.go.id