KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta (M2 Media) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kementrian Pendidikan Nasional menandatangani . kesepakatan bersama (Memorandum of Understanding-MUO) tentang Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup. Penandatanganan di¬lakukan langsung oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta dan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh di Senayan Jakarta, kemarin. Penandatanganan kesepakatan bersama ini Penandatanganan dilakukan langsung oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta dan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh di Senayan Jakarta, kemarin. Penandatanganan kesepakatan bersama ini Kerjasama ini merupa kan pembaharuan dari kesepakatan terdahulu tentang Pembinaan dan Pengembangan Pendidikan Lingkungan Hidup yang ditandatangani pada tahun 2005.

Penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen yang tinggi, oleh karenanya masuk dalam 100 hari pertama Kabinet Indonesia Bersatu kedua dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pendidikan Nasional. Kerjasama ini merupakan bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan berbangsa yang ramah lingkungan.

“Tujuan utama dari kesepakatan ini adalah agar Pendidikan Lingkungan Hidup dapat ‘terintegrasi dalam kurikulum pendidikan nasional, sehingga dapat mewujudkan perubahan perilaku peserta didik menjadi ramah lingkungan,” kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta.

Salah satu agenda konkrit dari kesepakatan terse-but, ujar Gusti, adalah Pembentukan Kelompok Kerja (POKJA) Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) yang memiliki tugas menyusun grand design PLH, mengkoordinasikan implementasi program dan kegiatan PLH serta memantau dan evaluasi pelaksanaan kesepakatan ini.

Kesepakatan bersama ini juga meliputi pengembangan pelaksanaan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (Education for Sustainable Developement/ESD), termasuk pendidikan lingkungan hidup yang dilaksanakan pada semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan sebagai wadah/sarana menciptakan perubahan pola pikir, sikap, serta perilaku manusia yang berbudaya lingkungan hidup.
Revitalisasi penelitian dan pengembangan dalam bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup juga menjadi salah satu ruang lingkup kesepakatan ini. Selain itu ada juga pemberian penghargaan, peningkatan kapasitas, komitmen dan peran serta masyarakat untuk berperan aktif menjaga dan melestarikan fungsi lingkungan hidup.

Salah satu isu lingkungan yang paling fenomenal saat ini adalah isu perubahan iklim dimana bumi mengalami ancaman kepunahan. Oleh karenanya seluruh dunia termasuk Indonesia harus berpartisipasi dalam mengatasi ancaman peruabahan iklim. Kunci dari upaya mengatasinya adalah dengan keterlibatan seluruh masyarakat dan salah satunya yang paling efektif adalah melalui jalur pendidikan.

“Dengan demikian,’ akan semakin banyak dan berkelanjutan komponen bangsa ini berkontribusi menurunkan emisi gas rumah kaca dalam mencegah memburuknya dampak perubahan iklim,” kata Gusti Muhammad Hatta.

Melalui kesepakatan Ini diharapkan pengembangan pendidikan lingkungan hidup di Indonesia dapat lebih efektif dilaksanakan. Selain itu pelaksanaan berbagai program pendidikan lingkungan hidup seperti Program Adiwiyata yang telah berjalan sejak tahun 2006 dan saat ini sudah mencapai skala nasional dalam upaya mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan Lebih dari itu kesepakatan ini diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan dalam pengembangan pendidikan lingkungan di daerah. shorichi

Sumber:
Koran M2 Media